Harta Naik Rp 4,8 M, Yusril Harus Jelaskan Bukan dari Tommy
Jumat, 30 Mar 2007 14:00 WIB
Jakarta - Mensesneg Yusril Ihza Mahendra diimbau untuk menjelaskan asal-usul kenaikan fantastis hartanya. Penjelasan Yusril ini diperlukan agar masyarakat tak berprasangka asalnya dari Tommy Soeharto."Agar masyarakat tidak berprasangka asalnya dari Tommy Soeharto, maka Yusril wajib menjelaskan asal sumber dana itu," cetus Ketua YLBHI Patra M Zen saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/3/2007).Seperti diketahui, kekayaan Yusril meroket naik lebih dari Rp 4,8 miliar dalam 3 tahun menjabat menteri kehakiman dan HAM antara 2001-2004. Pada penghujung masa jabatan sebagai Menkeh HAM itu, Yusril menyetujui pencairan uang Tommy Soeharto di BNP Paribas cabang London melalui rekening departemen yang dipimpinnya.Proses pencairan uang Tommy itu dibantu oleh pengacara dari Kantor Pengacara Ihza & Ihza, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Yusril. Tentu saja Ihza & Ihza mendapat sejumlah bayaran atas itu."Fakta tersebut secara periode berdekatan dengan bertambahnya harta Yusril. Maka, tampilkan saja faktanya," kata Patra.Apalagi, dengan status menteri yang disandangnya, penjelasan tentang asal muasal hartanya itu menjadi wajib. "Pejabat publik itu wajib untuk menjelaskan berdasarkan undang-undang," tandas Patra.Sebelumnya diberitakan, harta kekayaan Yusril dari Rp 2.061.099.519 dan US$ 110.314 per 28 Agustus 2001 meningkat jadi Rp 6.907.321.893 dan US$ 110.314 pada 26 November 2004. Utang Yusril pun jauh berkurang, dari Rp 1.165.005.793 menjadi Rp 540.005.793.Atas kenaikan fantastis itu, KPK pernah meminta klarifikasi. Namun ketika dipanggil pada tahun 2006 lalu, Yusril tak bisa menjelaskan beberapa transaksi. KPK pun menganggap Yusril berhutang klarifikasi.
(aba/asy)











































