Dukungan Interpelasi FPPP untuk Iran Terancam Ditarik
Jumat, 30 Mar 2007 13:57 WIB
Jakarta - Kubu FPPP yang mendukung interpelasi resolusi 1747 DK PBB mulai terpecah. Dukungan terancam ditarik setelah Menlu Hassan Wirajuda menjelaskan secara khusus kepada anggota FPPP.Menlu Hassan Wirajuda didampingi Ketum PPP Suryadharma Ali. Pertemuan selama 1,5 jam itu digelar di ruang rapat FPPP, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2007).Sikap resmi FPPP soal interpelasi akan dievaluasi lagi dalam rapat pleno yang dijadwalkan sore nanti."Yang pasti fraksi akan melakukan rapat untuk mengambil sikap yang tentu sikap itu saya yakin tidak bertentangan dengan apa yang dijelaskan ketua," kata Suryadharma.Menurut Menteri Koperasi/UKM ini, setelah mendapat penjelasan dari Menlu, pimpinan fraksi dan anggota PPP diyakini memiliki pengetahuan yang berbeda dengan sebelumnya. Karena itu, menurutnya, sangat wajar jika setelah mendapat penjelasan banyak anggota PPP yang menarik dukungan interpelasi."Tidak tertutup kemungkinan anggota sendirilah yang akan menarik tanda tangan yang dibubuhkan. Karena sikap itu muncul karena diawali ketidaktahuan. Untuk evaluasi kan butuh pengetahuan baru," kilah Suryadharma.Dia memberikan kebebasan kepada anak buahnya di DPR. "Tapi ada garis bebas aktifnya," cetus Suryadharma.Sementara Bendahara Umum DPP PPP Suharso Monoarfa menegaskan, tanda tangan yang telah dibubuhkan kemungkinan besar tidak akan ditarik. Ini karena keputusan mendukung interpelasi tersebut didasarkan pada pertimbangan banyaknya konstituen PPP yang memiliki sikap mendukung Iran.
(umi/nrl)











































