Sungai Opak, Tempat Keramat Untuk Mengalap Berkah
Jumat, 30 Mar 2007 13:34 WIB
Yogyakarta - Triyono dan Maryono, tewas setelah melakukan tirakat kungkum (berendam) di Sungai Opak, Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Apa keistimewaan Sungai Opak yang menjadi tempat bersemedi dua pemuda naas itu?Secara fisik Sungai Opak tidak ada bedanya dengan sungai-sungai di jawa lainnya. Airnya tidak terlalu jernih agak kehijau-hijauan dengan lebar sekitar 30 meter. Tepian sungai ini dipenuhi oleh semak belukar dan pohon bambu.Namun siapa sangka, banyak orang menganggap Sungai Opak mempunyai kekuatan tersendiri. Mereka yakin jika melakukan ritual kungkum di sungai ini bisa meraih apa yang diinginkan, baik itu jodoh maupun pekerjaan. "Mereka yang melakukan tiakat kungkum di Sungai Opak yakin bisa mendapatkan berkah. Yang sudah bekerja kariernya menjadi lebih baik dan yang masih nganggur bisa segera mendapat pekerjaan," kata Suharsono, warga setempat, Jumat (30/3/2007).Tirakat kungkum di pertemuan dua sungai memang sering dilakukan masyarakat Jawa. Seperti yang dilakukan oleh Triyono, Maryoko dan orangtuanya. Mereka sering melakukan tirakat kungkum tiap malam Jumat atau malam Selasa.Terlebih bila malam-malam Jumat atau Selasa itu bertepatan dengan hari pasaran Kliwon (tanggalan Jawa), dianggap lebih afdhal untuk melakukan tirakat kungkum. Keinginan yang diharapkan pun diyakini bakal terkabul.Di Yogyakarta, ada sejumlah tempat keramat yang biasa digunakan untuk tirakat kungkum. Tempat-tempat itu antara lain, pertemuan Sungai Kontheng dan Sungai Bedhog di Desa Tamantrto Kasihan Bantul, pertemuan Sungai Gajahwong dan Sungai Opak di Wonokromo Pleret, pertemuan Sungai Oya dan Sungai Opak di Srihardono Pundong, serta pertemuan Sungai Code dan Opak di Trimulyo Jetis Bantul dan lain-lain.Di tempat-tempat keramat ini, para pencari berkah rela berendam di dinginnya malam hingga berjam-jam. Meski terkadang nyawa mereka menjadi taruhan, seperti yang dialami Triyono dan Maryoko.
(djo/djo)











































