Pangeran Saudi Terkaya Nomor 5 di Dunia Temui SBY
Jumat, 30 Mar 2007 11:36 WIB
Jakarta - Sejumlah orang penting dari negara-negara Timur Tengah akan menemui Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta. Di antara orang-orang penting, terdapat Pangeran Al Waleed bin Talal. Pangeran Saudi ini merupakan orang terkaya nomor lima di dunia. Informasi yang didapatkan detikcom, pertemuan SBY dengan Al Waleed akan berlangsung di Kantor Presiden pukul 14.00 WIB, Jumat (30/3/2007). Belum diketahui secara pasti apa agenda pembicaraan SBY dengan Al Waleed dan juga tokoh-tokoh negara Timur Tengah itu. Diduga pertemuan akan menyinggung soal penyelesaian konflik Palestina-Israel dan kasus-kasus di Timur Tengah, termasuk ancaman pemberian sanksi terhadap Iran. Selain itu, kemungkinan juga akan disinggung tentang peluang investasi di Indonesia. Maklum, Al Waleed merupakan pengusaha papan atas dunia. Pertemuan Al Waleed dengan SBY ini bisa disebut sebagai kunjungan balasan. Sebelumnya, pada Rabu, 26 April 2006 lalu, SBY bertemu dengan pangeran berlimpah harta ini di Riyadh Arab Saudi, saat SBY melawat negara itu. Pertemuan SBY dengan Waleed di Riyadh setahun lalu memiliki arti yang sangat strategis. Terutama kaitannya dengan upaya SBY menggaet investor. Untuk diketahui saja, nilai kekayaan Waleed tahun lalu ditaksir mencapai US$ 23,7 miliar. Waleed dinobatkan sebagai orang terkaya nomor lima di dunia oleh majalah terkemuka Forbes tahun lalu.Pemilik jaringan bisnis berskala internasional Kingdom Holding Company ini memiliki saham dalam jumlah besar di banyak perusahaan ternama dunia. Antara lain Citigroup, AOL, Apple Computer, Worldcom, Motorola, News Corporation Ltd dan perusahaan media serta teknologi lainnya.Pria kelahiran 1955 ini juga menanamkan modalnya di jaringan hotel Four Seasons dan Plaza Hotel di New York, AS, Savoy Hotel di London, Inggris, Monte Carlo Grand Hotel di Monako serta sejumlah hotel lainnya. Dia juga memiliki 10 persen saham senilai US$ 30 juta di Euro Disney SCA, organisasi yang mengelola Disneyland Resort Paris di Marne-la-Vallee, Prancis.Pangeran milyuner ini banyak terlibat dalam kegiatan amal di seluruh Timur Tengah, Asia dan Afrika. Dia diperkirakan menyumbangkan dana lebih dari US$ 100 juta setiap tahunnya untuk amal.Salah satunya, pada Desember 2005 dia menyumbang sebesar masing-masing US$ 20 juta untuk Universitas Harvard dan Universitas Georgetown di AS. Donasi itu untuk membiayai studi Islam di kedua universitas tersebut. Pada Desember 2002, keponakan almarhum Raja Fahd itu menyumbang US$ 27 juta untuk pemerintah Saudi yang saat itu tengah menggalang dana untuk keluarga para pengebom bunuh diri Palestina. Pada Juli 2005, Pangeran Al-Waleed memberikan US$ 20 juta untuk Museum Louvre di Paris, Prancis. Sebelumnya pada 2001, dia pernah menawarkan donasi sebesar US$ 10 juta kepada pemerintah New York untuk operasi kemanusiaan pasca serangan teroris 11 September. Namun tawaran itu ditolak Walikota New York Rudy Giuliani.
(asy/nrl)











































