Rumah BRR NAD-Nias 2005 (2)
Lemahnya Pengawasan dari BRR
Jumat, 30 Mar 2007 11:19 WIB
Banda Aceh - Tak hanya meninggalkan rumah bantuan yang sudah diberikan BRR NAD-Nias. Sejumlah korban tsunami yang menerima rumah bantuan serupa bahkan merubuhkan rumah-rumah tersebut, karena dinilai tak layak huni.Seperti yang dituturkan Camat Kutaradja Drs. M. Dwarsyah, di hadapan pansus II DPR Aceh Regional I yang dipimpin Drs. Sulaiman Abda, di Aula Pemko Banda Aceh, Kamis, kemarin. "Ada warga yang terpaksa merubuhkan rumah yang dibangun BRR ini, karena dinding rumah tersebut miring," ungkapnya.Dalam dialog yang memakan waktu dua jam lebih, Camat Kutaradja melontarkan buruknya kinerja BRR dalam pembangunan rumah di kecamatannya. Dicontohkan seperti pembangunan rumah di Kelurahan Lampaseh Kota, Banda Aceh. Masyarakat terpaksa membuat tanda silang di rumah yang dibangun BRR tersebut, karena tidak layak huni.Begitu juga yang terjadi di Kelurahan Peulanggahan. Sedikitnya, ada 80 unit rumah yang dibangun BRR di kelurahan ini tahun 2005. Namun, 30 unit di antaranya ditinggalkan begitu saja. "Jadi, saya lihat untuk pembangunan rumah BRR sangat lemah, baik dari segi pelaksanaannya maupun pengawasannya," katanya..Bahkan diakuinya, dalam mengerjakan proyeknya itu, BRR tidak pernah melakukan koordinasi dengan camat setempat dalam pelaksanaan di lapangan. BRR juga itu tidak pernah menyurati camat. Hal yang sama juga dilontarkan camat lainnya.Menurut Direktur Komunikasi BRR NAD-Nias, Wisnubroto, dalam rilis yang dikeluarkan BRR NAD-Nias, pada detikcom, Jumat (30/03/2007), proyek rumah yang juga ditinggalkan oleh para kontraktor itu akibat kurangnya pengawasan dari BRR.Dari beberapa sumber detikcom meyebutkan, para konsultan pembangunan rumah itu sangat jarang turun ke lapangan untuk melihat langsung pembangunan rumah-rumah bantuan tersebut, jika tak bisa disebutkan tak pernah terjun ke lapangan untuk melihat proses pembangunan. Menghadapi persoalan ini, Rufriadi mengatakan, sudah ada tim pendamping untuk mendata rumah-rumah yang kualitasnya jelek. "Bulan Mei ini kalau semuanya lancar, rumah-rumah itu akan diperbaiki. Dana untuk itu sudah kita persiapkan," kata dia. Agaknya, jika dari awal BRR NAD-Nias melakukan pengawasan secara benar, tentunya pekerjaan rumah BRR sedikit berkurang. Pasalnya, pekerjaan rumah BRR NAD-Nias lainnya, seperti verifikasi bantuan rumah ganda yang didapat para korban tsunami sampai kini masih menunggu untuk diselesaikan. Padahal, BRR NAD-Nias akan mengakhiri masa tugasnya pada 2009 mendatang.
(ray/djo)











































