Depkum HAM Jateng Belum Siap Dikirimi Napi Teroris
Jumat, 30 Mar 2007 10:53 WIB
Semarang - LP di Jawa Tengah memang cukup memadai untuk 'menampung' napi teroris. Namun saat ini, Depkum HAM Jateng enggan menerima napi teroris."LP yang memadai untuk menerima napi teroris sudah penuh. Di lain pihak, LP khusus napi hukuman berat tengah direnovasi," kata Kepala Kanwil Jateng, Ngusman, di kantornya, Jumat (30/3/2007).Ngusman merinci, LP Kelas A Semarang saat ini sudah terisi 17 napi kasus terorisme, sehingga tidak memungkinkan diisi lagi dengan napi kasus serupa.Sementara itu, LP Batu, Nusakambangan, tengah direnovasi. "Masak tempat yang sedang direnovasi mau dipakai," jelasnya.Mantan Kepala LP Cipinang, Jakarta itu menambahkan, napi kasus terorisme harus diperlakukan secara khusus. Selain tempat yang memadai, sitem penjagaan juga harus ketat.Ngusman mengaku jika LP Batu Nusakambangan selesai direnovasi, pihaknya siap menerima napi kelas berat berapa pun jumlahnya."Rencananya, napi dengan hukuman berat memang akan ditempatkan LP khusus di Nusakambangan. Namanya Super Maximum Security atau SMS," ungkapnya.SMS akan diresmikan pengoperasiannya pada 27 April mendatang. LP dengan struktur organisasi dan sistem keamanan yang berbeda dibanding LP biasa itu diperkirakan bisa menampung sekitar 250 napi.Rencananya, LP di Jateng akn dikirimi 16 napi teroris asal Ambon. Namun karena Depkum HAM Jateng enggan menerima, napi tersebut akhirnya ditempatkan di LP Wirogunan, Yogyakrta, sejak Kamis (29/3) kemarin.
(try/djo)











































