Rebutan Air, Dua Ibu Adu Jotos
Kamis, 29 Mar 2007 19:05 WIB
Jakarta -
Hidup bertetangga seharusnya saling tolong menolong. Tapi dua ibu di daerah Cilincing, Jakarta Utara ini, malah adu jotos. Masalahnya sepele hanya karena rebutan air.Inilah yang dialami Sarini (37) dan Pujiningsih (35). Warga Jl Kosambi, Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara ini sudah kerapkali cek-cok.Persoalannya ya itu tadi, lantaran soal-soal sepele hidup bertetangga seperti meminjam panci atau piring yang lupa dikembalikan hingga menumpuk kekesalan satu sama lain. Puncaknya ketika berebutan soal air."Saya hanya mengingatkan dia jangan keterlaluan kalau minjam sesuatu atau soal air yang sering diserobot. Eh malah dia baik pitam. Ngatain saya pelacur," kata Pujiningsih di Polsektro Cilincing lantaran di adukan oleh Sarini telah menganiaya Sarini.Memang, setelah mendapat perkataan kasar itu, Puji tidak terima. Ia langsung mengambil pisau dapur yang dekat dengannya dan mengacungkan kepada Sarini. "Tapi saya cepet sadar. Saya istighfar saja, pisau itu saya buang," ujar Puji mengingat peristiwa pagi ini.Namun persoalan tidak berhenti di situ. Baik Pujiningsih dan Sarini tidak segera melakukan "gencatan senjata". Keduanya justru meningkatkan daya permainan dengan tangan kosong. Baik Sarini dan Pujiningsih saling cakar, menjambak dan menonjok hingga tetangganya harus melerai."Saya inginnya sih damai saja, tidak sampai ke kepolisian begini. Cukup secara kekeluargaan saja. Tapi Sarini tetap bersikukuh membawa saya ke polisi," ucap Pujinigsih sambil menggendong anaknya, Bayu (1).Pihak kepolisian tidak bisa mengelak mendapat laporan warga seperti ini. Meski terbilang kasus kecil, polisi tetap memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. "Kami masih sarankan diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi masing-masing pihak tidak mau. Ya karena tugas kami, terus diproses. Kami gunakan KUHP pasal penganiayaan," ujar Kanitserse Polsektro Cilincing Iptu Sutikno sembari menahan geli.
(mar/mar)










































