Dar Der Dor di Sidoarjo Bukan Penangkapan Teroris
Kamis, 29 Mar 2007 18:44 WIB
Surabaya - Polisi mengejar seorang lelaki bernama Ainur Rofiq di Sidoarjo. Polisi sempat melepaskan tembakan ke udara berkali-kali. Namun, pengejaran polisi ini bukan dalam rangka penangkapan teroris, tapi penangkapan dalam kasus narkoba. Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar memastikan penggrebekan di perumahan Margesari Blok AX No 6, rumah yang dikontrak Ainur Rofiq, terkait kasus narkoba. "Yang pasti bukan penangkapan teroris. Kita menangkap pelaku narkoba," kata Anang Iskandar kepada detikcom, Kamis (29/3/2007). Anang juga belum bisa memastikan apakah Ainur Rofiq itu juga anggota Polri. "Kita masih belum tahu karena masih pengembangan," kata dia.Informasi yang dihimpun, di rumah yang dihuni Ainur Rofiq ini, polisi menemukan barang bukti narkoba. Saat ini petugas tengah melakukan pengejaran terhadap Ainur Rofiq yang kabur ke arah Surabaya. Ainur Rofiq Tak Dikenal TetanggaRumah yang beralamatkan di Magersari Blok AX No 6 memang terkesan tertutup. Selain kacanya hitam pekat, penghuninya juga jarang bergaul dengan tetangga. Ainur Rofiq dan istrinya menempati rumah tersebut sekitar 2 minggu hingga satu bulanan. Karena masih tergolong warga baru, praktis para tetangga tidak ada yang mengenalnya. Pantauan detikcom, jendela rumah Rofiq tertutup rapat. Hanya terlihat satu sepeda motor Honda Supra warna hitam yang terparkir di depan rumah. Menurut Gunawan, tetangga Rofiq yang sempat membantu pengejaran menyatakan bahwa Rofiq seperti kesetanan. Dia menolak ditangkap. "Ayo kalau berani maju," kata Gunawan menirukan ancaman Rofiq yang menghunus pisau. Rofiq, kata Gunawan, juga mengancam melakukan bunuh diri jika polisi berani mendekatinya. "Saya lebih baik mati daripada ditangkap," kata Gunawan sekali lagi menirukan ucapan Rofiq. Siapa sebenarnya Ainur Rofiq? Para tetangganya tidak ada yang tahu. "Dia kan warga baru jadi tak ada yang tahu persis siapa dia," ungkap Bambang, Ketua RT setempat. Menurut Bambang, rumah Ainur Rofiq memang selalu tertutup. Dia jarang bergaul dengan tetangga. "Hanya kadang-kadang istrinya kalau pagi keluar rumah untuk belanja," tambah dia.
(gik/asy)











































