Di Depan Mega, Hasyim Berkisah Laga 2 Ustad di Pilkada

Di Depan Mega, Hasyim Berkisah Laga 2 Ustad di Pilkada

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 16:48 WIB
Jakarta - Pilkada DKI Jakarta sudah di depan mata. Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi pun berpesan agar dalam pilkada, formalitas agama tidak digunakan."Saya minta juga dalam pilkada yang akan digelar jangan lagi menggunakan formalitas agama untuk membenturkan dengan yang lain. Karena selama ini banyak partai yang mengambil pencoblosnya dari kantong NU," ujar Hasyim.Hal itu disampaikan dia dalam sambutan deklarasi Baitul Muslimin Indonesia (BMI), di kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta, Kamis (29/3/2007). Deklarasi itu dihadiri petinggi PDIP termasuk Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, dan tamu undangan.Hasyim mencontohkan di Jawa Timur, pernah terjadi dua ustad yang sama-sama maju sebagai calon kepala daerah. Saat kampanye, salah satu ustad memakai ikat kepala bertuliskan Laa Ilaaha Illalah, sedangkan ustad yang lain menggunakan ikat kepalabertuliskan Muhammadurrasulullah. Masing-masing pendukung kedua calon itu lantas saling berselisih."Lho kok ini kok Laa Ilaaha Illalah berantem dengan Muhammadurrasulullah. Waktu saya datang hanya bisa bilang Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah," celetuk Hasyim yang disambut tawa para peserta.Hasyim pun berpesan agar peristiwa itu tidak terulang lagi di pilkada yang lain, tak terkecuali Pilkada DKI. (nvt/nrl)


Berita Terkait