Atasi Konflik, TNI AD Mulai Terapkan Metode Mediasi
Kamis, 29 Mar 2007 15:01 WIB
Jakarta -
Guna menangani sejumlah konflik di daerah TNI AD berupaya meredamnya melalui metode mediasi dan negosiasi. TNI AD tidak lagi hanya menggunakan pendekatan represif."Bila terjadi konfik horisontal dan vertikal, Angkatan Darat berupaya meredamnya dengan menjadi mediator dan negosiator agar konflik mereda," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso usai membuka apel komandan satuan di Markas Divisi Infrantri I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (29/3/2007).Djoko menuturkan, sebenarnya metode ini sudah dipraktekkan oleh TNI AD dalam menangani beberapa kali konflik. "Ini hanya ditajamkan saja. Bagaimana ilmu metode mediasi dan negosiasi dalam resolusi konflik," kata Djoko.Djoko mencontohkan seperti kasus konflik di Ambon, para komandan satuan seperti Dandim dan Danrem sudah mengedepankan penanganan konflik melalui strategi pendekatan kebudayaan, kemanusiaan dan moral. Pentingnya metode ini juga disampaikan juga oleh mantan anggota Komnas HAM Bambang W Soeharto. Bambang mengatakan, metode ini adalah hal yang baru bagi TNI.Pengalaman yang ada, TNI kurang memiliki kepandaian secara teoritik bagaimana memisahkan orang berkelahi melalui mediasi atau conflict resolution. "Ini yang kita tawarkan ke semua pihak khususnya TNI AD, bagaimana teritorial TNI berfungsi untuk mendeteksi dini, pencegahan atau terjun langsung ke tengah-tengah konflik," ujar Bambang.
(mar/bdi)










































