Sebelum Tewas, Korban Pelangsing Maut Kirim SMS
Kamis, 29 Mar 2007 13:42 WIB
Yogyakarta - Setya Aji Purnomo, adik Ipar Ana yang juga tewas akibat pelangsing maut, sempat mengirim SMS ke salah satu kakaknya sebelum ajal menjemput. Dalam SMS itu, Aji mengabari kematian Ana.Pesan itu diterima Bambang Purwanto, kakak Aji, pada Rabu (28/3/2007) pukul 00.56 WIB. Saat itu Bambang sedang tiduran sambil menonton televisi usai menghadiri tahlilan di rumah salah satu keluarga besarnya.SMS Aji kepada Bambang itu berbunyi, 'Mas saiki neng Imorejo. Mbak Sur wis ora ono (Mas sekarang di Imorejo, Mbak Sur sudah tidak ada). "Tanpa menelpon Aji, saya langsung memberi tahu anggota keluarga lain. Kemudian langsung naik motor ke Imorejo," kata Bambang kepada detikcom di rumah Aji di Dusun Imorejo Desa Wonokerto Kecamatan Turi, Sleman, Kamis (29/3/2007).Awalnya Bambang tidak percaya mendengar berita kematian Ana yang sering dipanggil Mbak Sur oleh keluarga. Bambang pun bergegas menuju rumah Ana yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya di Desa Girikerto Kecamatan Turi.Namun betapa kagetnya ketika tiba di rumah tersebut, bukan hanya Ana saja yang tewas tapi juga adik kandungnya, Aji ikut tewas. Saat tiba di rumah Ana, tetangga dan keluarga lainnya memberitahu kalau Aji sekarang ikut dibawa ke rumah sakit karena ikut mencicipi jamu tersebut."Saya nggak nyangka itu pesan terakhir adik saya, dan dia juga meninggal saat dirawat di RS Panti Nugroho Pakem," katanya.Menurut Bambang, tidak ada firasat apa pun mengenai nasib adik kesayangannya itu ikut tewas. Sekitar jam 20.00 WIB, dia bersama Ana masih mengikuti acara tahlilan dan makan bersama anggota keluarga lainnya. Di tempat itu, Aji tampak tenang mengikuti acara tahlilan sampai selesai."Keluarga besar kami benar-benar kehilangan Aji karena dia anak yang paling disayangi bapak dan ibu selama ini. Orangnya entengan suka membantu," kata Bambang.
(bgs/djo)











































