Sejumlah Orang Terluka, Papernas Masih Mendata Massanya

Sejumlah Orang Terluka, Papernas Masih Mendata Massanya

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 13:32 WIB
Jakarta - Akibat diserang Front Pembela Islam (FPI), sejumlah orang pendukung Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) terluka. Hingga saat ini, Papernas mencatat sedikitnya tiga orang terluka. Papernas masih terus mendata massanya yang jadi korban. "Data yang masuk ke kami ada tiga orang terluka. Tapi, ini data sementara. Kami masih terus mendata, karena setelah diserang, massa kami kocar-kacir," kata Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Papernas, Iwan Dwielaksono saat dihubungi detikcom, Kamis (29/3/2007). Iwan belum mengetahui identitas siapa saja yang terluka akibat serangan FPI itu. "Korban-korbannya masih belum ketemu, karena massa terpencar-pencar. Tapi, informasi yang masuk ke saya ada tiga orang yang terluka," ujar dia. Hingga pukul 13.20 WIB, Iwan dan teman-temannya masih berada di sekitar Jl. Sudirman. Sebagian massa Papernas masih berada di kawasan Sudirman, namun sebagian lainnya entah pergi ke mana. Massa Papernas sebagian besar adalah kaum ibu dan perempuan. "Massa kami 90% perempuan, ya takutlah kalau diserang. Setelah itu menyelamatkan diri. Kami masih terus menyisir, namun saat ini terhalang hujan," ujar Iwan yang sangat menyesalkan penyerangan terhadap kelompoknya itu.Iwan mengklaim massa Papernas yang konvoi dengan belasan bus itu berjumlah 2.000-an orang. Sebenarnya, massa Papernas akan menuju ke Hotel Shangri-La, tempat digelarnya sebuah forum ekonomi, untuk menyuarakan penghentian utang luar negeri. Tapi, menjelang tiba di Hotel Shangri-La, mereka mendapat serangan dari FPI. Menurut Iwan, setelah dari Shangri-La, massa seharusnya akan bergerak ke Depnaker untuk mendukung para buruh yang menuntut haknya. Setelah itu, mereka baru menuju Tugu Proklamasi untuk melakukan apel Kebulatan Tekad terkait Nasionalisasi Industri Pertambangan untuk Kesejahteraan Rakyat. Dengan serangan ini, Iwan belum mengetahui apakah acara apel kebulatan tekad itu masih tetap akan digelar atau tidak. Namun, menurut Iwan, serangan ini telah menutup tema-tema tuntutan yang akan diusung oleh Papernas. "Sebenarnya aksi damai kami ini adalah menuntut kesejahteraan rakyat dan menuntut pendidikan gratis. Jadi, saya merasa ada upaya sistematis dalam menutupi agenda-agenda kami," tutur dia. (asy/umi)


Berita Terkait