Setuju Resolusi Iran, RI Jadi Bagian Konflik Timteng
Kamis, 29 Mar 2007 10:51 WIB
Jakarta -
Sikap RI yang mendukung resolusi 1747 DK PBB yang memberikan sanksi terhadap Iran, menempatkan RI sebagai bagian dari konflik di Timur Tengah. Padahal selama ini RI diharapkan menjadi penengah terhadap konflik di Timteng."Indonesia telah menjadi bagian dari masalah itu sendiri dengan mendukung resolusi tersebut," kata Koordinator Front Anti Intervensi Indonesia, Munarman, di sela unjuk rasa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2007).Ditambahkan Munarman, dia mendapat informasi sikap Indonesia berubah di saat terakhir keputusan DK PBB. Sebab Presiden SBY mendapat telepon dari Presiden AS George W Bush agar mendukung resolusi itu."Dari informasi yang saya dengar, sesaat sebelum voting dilakukan, Presiden Bush menelepon Presiden SBY agar RI mendukung resolusi itu," ungkap Munarman.Sementara soal interpelasi yang akan diajukan DPR, Munarman mengaku pesimistis. Sebab dari pengalaman tiga kali pengajuan hak interpelasi, semuanya mentok."Ada perbedaan antara harapan dengan realita. Kita berharap kali ini serius. Tapi sepertinya ini cuma untuk menaikkan posisi tawar anggota DPR di depan presiden. Saya masih berharap, tapi tidak 100 persen," pungkas Munarman.
(umi/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































