Iran: Inggris Harus Ngaku Salah

Iran: Inggris Harus Ngaku Salah

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 09:22 WIB
Riyadh - Iran dan Inggris terus bersitegang menyusul penahanan 15 pelaut Inggris. Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair telah berulang kali menyerukan pemerintah Iran untuk membebaskan ke-15 warganya itu. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Manouchehr Mottaki menegaskan, Inggris harus lebih dulu mengakui ke-15 pelautnya telah memasuki perairan Iran secara ilegal. Dengan pengakuan itu barulah konflik ini bisa terselesaikan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (29/3/2007).Dikatakan Mottaki, jika masuknya para pelaut Inggris ke perairan Iran diakui sebagai kekeliruan maka masalah ini bisa diselesaikan. Namun Inggris harus memperlihatkan bahwa itu kesalahan mereka."Mengakui kesalahan akan memfasilitasi solusi untuk masalah ini," kata Mottaki saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Arab di Riyadh, Arab Saudi.Ini pertama kalinya Iran secara terang-terangan mengusulkan cara untuk menyelesaikan krisis ini. Namun tampaknya Inggris tidak akan mengikuti saran Iran tersebut. Sebab sejak penangkapan warganya itu, Inggris ngotot bahwa para pelaut itu ditangkap saat melakukan operasi rutin anti-penyelundupan di wilayah perairan Irak, jadi bukan di wilayah Iran.Sebelumnya pemerintah Iran menayangkan gambar video para pelaut Inggris yang mereka tahan. Dalam tayangan itu juga terlihat Faye Turney (26) mengakui bahwa mereka memang telah masuk ke perairan Iran. Turney merupakan satu-satunya wanita dari 15 warga Inggris yang ditahan Iran.Pemerintah Inggris marah besar dengan penayangan gambar tersebut. Pemerintahan PM Tony Blair bahkan membekukan seluruh hubungan bisnis dengan Iran sampai krisis penahanan ini berakhir. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads