Ada Dokter yang Jadi Target, dr Rudi Korban Salah Tangkap

Ada Dokter yang Jadi Target, dr Rudi Korban Salah Tangkap

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 08:29 WIB
Ada Dokter yang Jadi Target, dr Rudi Korban Salah Tangkap
Jakarta - Siapa penculik dr Rudi Satriawan masih misteri. Apakah mereka Densus 88 Polri? Polri lewat Poltabes Surakarta telah membantah. Meski begitu, dugaan bahwa penculik dr Rudi adalah polisi masih begitu kuat. Apalagi, ada kabar memang ada seorang dokter di Solo yang menjadi target dalam kasus terorisme. Informasi yang didapatkan detikcom, dokter yang sedang dicari polisi itu berinisial dr B alias dr O. Panggilan dokter yang bekerja di sebuah RS kawasan Solo itu memang tidak berbeda jauh dengan panggilan dr Rudi. Diduga polisi menduga bahwa dr Rudi ini merupakan dr O itu. Penelusuran detikcom, dokter spesialis bedah yang disebut-sebut menjadi target ini malah masih beraktivitas seperti biasa di RS tempat dia bekerja. Bahkan, Rabu (28/3/2007) kemarin dokter ini masih melakukan operasi terhadap pasien. Apakah memang dokter O yang dimaksud yang menjadi target, juga belum tahu pasti. Keterkaitan dr O dalam kasus terorisme memang masih sangat samar-samar. Tidak diketahui mengapa polisi mengejar seorang dokter. Namun, isu yang beredar, dokter itu diuber karena mengetahui keberadaan Noordin Moh Top. Dokter itu pernah mengobati buron terorisme nomor wahid itu di tempat persembunyiannya. Belum ada pejabat Polri yang mau menjelaskan tentang hal ini. Tapi ini adalah hal yang wajar dalam proses pelacakan orang-orang yang diduga terlibat terorisme. Bila sampai polisi berterus terang, maka bisa-bisa target akan bisa menghilangkan jejak. Kabur!Sementara itu, dr Rudi yang dipastikan sebagai korban penculikan hingga saat ini belum memberikan keterangan kepada pers secara langsung. Menurut kerabatnya, Hermanto, Rudi saat ini sudah berada bersama keluarganya di Sukoharjo. Diduga kuat bahwa dr Rudi memang korban salah tangkap polisi. Kronologi penculikan yang disampaikan Hermanto mengindikasikan bahwa Rudi sempat dicokok untuk memburu para tersangka terorisme. Apalagi, dr Rudi sempat ditanyakan mengenai sejumlah orang. Begitu dr Rudi mengaku tidak mengenal orang-orang itu, dia pun dilepas. Rudi yang mengalami memar di bagian wajahnya sepertinya juga mengalami tindakan represif saat diinterogasi. Sesuatu yang biasanya dialami juga sebagian para tersangka terorisme yang pernah ditangkap. Di pengadilan, sejumlah terdakwa terorisme mengaku dipukuli saat diinterogasi polisi, meski polisi juga membantah. Yang jadi pertanyaan, bila memang Rudi ditangkap Densus 88, mengapa Polri tidak berterus terang saja? Kasat Reskrim Poltabes Surakarta Kompol Djoko Tjahjono telah membatah Densus 88 menangkap dr Rudi. Djoko mengatakan bahwa Rudi hilang karena pergi ke Ponorogo untuk menenangkan diri karena ada masalah keluarga. Sebuah keterangan yang 180 derajat berbeda dengan keterangan kerabat Rudi. Rudi tidak ada masalah dengan keluarganya. Selama ini, pasangan ini juga merupakan pasangan harmonis. (asy/asy)


Berita Terkait