Dilepas di Suatu Tempat, dr Rudi Berjalan Kaki Hingga Ponorogo

Dilepas di Suatu Tempat, dr Rudi Berjalan Kaki Hingga Ponorogo

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 00:56 WIB
Dilepas di Suatu Tempat, dr Rudi Berjalan Kaki Hingga Ponorogo
Solo - dr Rudi Satriawan, dokter muda asal Sukoharjo yang raib selama beberapa hari memang diculik. Siapa penculiknya, masih gelap. Rudi diinterogasi dengan sejumlah pertanyaan. Namun, tak lama kemudian dia dilepas di suatu tempat. Setelah itu, Rudi berjalan kaki menuju Magetan dan kemudian ke Ponorogo. Kisah penculikan Rudi ini disampaikan Hermanto, kerabat Rudi yang tinggal di Ponorogo. Hermanto membenarkan bahwa Rudi pernah singgah di rumahnya pada Senin (26/3/2007) lalu. Namun, Selasa (27/3/2007) sudah pulang ke rumahnya di Sukoharjo. Dan Rabu (28/3/2007) Rudi bersama istri, orangtua dan mertuanya kembali mendatangi rumah Hermanto.Saat dihubungi wartawan pada Rabu (28/3/2007) malam, Rudi bercerita banyak tentang kisah penculikannya pada Jumat 23 Maret lalu. Menurut Rudi, seperti disampaikan Hermanto, seusai salat Jumat dia dihampiri beberapa lelaki tidak dikenal. Orang-orang itu memberitahu bahwa salah satu anak Rudi mengalami kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit di Solo. Mereka menawarkan jasa untuk mengantar Rudi agar cepat sampai ke rumah sakit. Karena gugup, Rudi menerima tawaran itu. "Namun setalah mobil berjalan, arahnya justru ke arah timur menuju keluar kota, bukan menuju ke rumah sakit yang tadi disebutkan oleh mereka. Keponakan saya mengaku mulai merasakan ada yang tidak beres dan mempertanyakannya namun tidak dijawab," ujar Hermanto menuturkan cerita yang disampaikan Rudi kepadanya. Selama dalam perjalanan itu, Rudi diberi kaos oblong dan diminta memakainya. Setelah itu dia dicecar bebagai pertanyaan oleh dua orang dari 'penculik' itu. Di antaranya ditanya apakah dirinya mengenal sejumlah nama yang disebut oleh mereka. Rudi sendiri mengaku tidak mengenal nama-nama itu. Pukul 16.00 WIB, mobil yang mereka kendarai berhenti setelah Rudi berhasil meyakinkan bahwa dia memang benar-benar tidak mengenal orang-orang yang ditanyakan. Hampir dua jam berhenti di tempat itu dan mereka sudah tidak lagi mempedulikan Rudi. Bahkan ketika Rudi keluar dari mobil dan berjalan menjauh, para lelaki itu juga tidak lagi mencegah. Pria-pria itu hanya berbicara dengan temannya. "Keponakan saya mengaku tidak dipedulikan lagi. Bahkan saat dia berjalan meninggalkan mobil, orang-orang itu pun tetap tidak peduli," katanya. Hanya saja Rudi mengaku tidak mengenali daerah tempat pemberhentian tersebut. Meski begitu, dia terus saja berjalan kaki menjauh hingga hari berikutnya. Rudi hanya berhenti untuk beristirahat atau tidur di masjid-masjid yang ditemui sepanjang perjalanan. Setelah mengetahui telah tiba di Magetan, Rudi lalu melanjutkan perjalanan ke Ponorogo dengan tujuan rumah Hermanto. "Sampai rumah kami Senin malam. Setelah itu saya kontak keluarganya di Solo pada hari Selasa pukul 05.00 WIB pagi. Selanjutnya diajak pulang ke Sukoharjo oleh keluargannya," kata dia. Hermanto enggan menjawab siapa saja nama-nama yang disebut 'para penculik' yang dipertanyakan kepada Rudi. Hermanto juga tidak memerinci kondisi Rudi saat datang ke rumahnya. Dia hanya mengatakan saat datang Rudi dalam keadaan baik-baik meski dalam kondisi fisik yang lemah dan ada bekas memar di wajahnya. (mbr/asy)


Berita Terkait