RI: Stop Konflik Terbuka di Timur Tengah
Rabu, 28 Mar 2007 19:25 WIB
Jakarta - Upaya Iran melakukan pengayaan nuklir menambah sejumlah ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. RI pun meminta semua pihak mencegah konflik terbuka di Timur Tengah."Indonesia menyerukan kepada semua pihak terkait, mencegah eskalasi ketegangan dan konflik terbuka di kawasan Teluk dan Timur Tengah," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Hal tersebut disampaikan SBY usai bertemu Dubes Arab Abdul Rahman Muhammed Amen al Khayyat dan Dubes Palestina Fariz Mehdawi di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/3/2007).SBY menambahkan, Indonesia sangat prihatin terhadap ketegangan baru yang muncul di Timur Tengah. Termasuk latihan perang oleh Amerika Serikat AS di kawasan Teluk dan penahanan personel Angkatan Laut Inggris oleh Iran. Menurut SBY, solusi damai melalui diplomasi masih bisa ditempuh. "Tidak bisa dibayangkan jika konflik lain belum selesai, tapi sudah muncul konflik baru," ujarnya.Indonesia, lanjut SBY, sangat menggantungkan harapan pada pertemuan Liga Arab di Riyadh mendatang. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkrit untuk menghentikan konflik."Saya sudah berkomunikasi dengan Wapres Jusuf Kalla untuk menyuarakan harapan rakyat Indonesia untuk betul-betul mencegah ketegangan dan konflik baru," tuturnya.
(ary/ary)











































