Inggris Berharap Indonesia Perangi Radikalisme Islam
Rabu, 28 Mar 2007 17:40 WIB
Semarang - Pemerintah Inggris menilai muslim di Indonesia punya corak berbeda dibanding negara lain. Mereka berharap Indonesia memerangi radikalisme Islam. Menlu Inggris DR Kim Howells menyatakan, Indonesia adalah negara penting di Asia. Selama ini, pemerintah Inggris breusaha memahami Islam di Indonesia dan menemukan bahwa muslim Indonesia punya corak yang berbeda. "Kami berharap muslim di Indonesia tidak terjebak dalam radikalisme sebagaimana terjadi di Pakistan dan India," kata Howells ketika menutup menutup kursus Working Group Meeting di sekolah antiteroris JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation) di kompleks Akpol Semarang, Jalan Sultan Agung, Rabu (28/3/2007). Howells yang didampingi Dubes Inggris untuk Indonesia, Charles Humfrey menjelaskan, muslim di Indonesia punya hubungan yang baik dengan komunitas muslim di Inggris. "Hubungan ini akan saling berpengaruh," jelasnya. Howells mengaku hingga saat ini, Indonesia berusaha memerangi radikalisme. Hal itu terlihat dari aktivitas keagamaan maupun politik yang dilakukan. Sementara, Wakabareskrim Polri Gories Mere menyatakan, kerjasama pemerintah Inggris dan Indonesia merupakan langkah yang sangat strategis sebagai bagian memerangi kejahatan internasional yang terorganisir seperti terorisme. Howells sempat mengunjungi Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Di tempat ini dia melihat beberapa potret kegiatan sekolah anti teroris interbasional tersebut.
(djo/djo)











































