RSHS: Kami Tidak Bisa Usir Pasien yang Menginap di Lorong

RSHS: Kami Tidak Bisa Usir Pasien yang Menginap di Lorong

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 16:59 WIB
Bandung - Banyaknya pasien rawat jalan yang menetap 'liar' di lorong-lorong RS Hasan Sadikin (RSHS) bukan tidak diketahui pihak rumah sakit. Atas dasar rasa kemanusiaan, pihak rumah sakit terpaksa membiarkannya, karena toh mereka puntidak bisa memberikan ongkos pulang para pasien itu."Kami kan bukan dinas sosial. Kami tidak bisa memberikan ongkos pulang pada pasien rawat jalan itu. Kalau kami usir mereka, pasti kami diberitakan di media besar-besaran karena dinilai tidak punya hati nurani. Atas rasa kemanusiaan, kami biarkan mereka," ujar Kepala Instalasi Gawat Darurat RSHS Tri Wahyu kepada detikcom saat ditemui di ruang kerjanya di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Rabu (28/3/2007).Menurut Tri, para pasien tersebut bukan pasien rawat inap. Kebanyakan penyakit mereka adalah tumor yang tidak bisa sembuh hanya dengan dirawat inap beberapa hari atau minggu. Oleh sebabnya, mereka disuruh pulang dan datang kembali untuk pemeriksaan selanjutnya."Semua adalah pasien gakin (keluarga miskin) yang kebetulan tempat tinggalnya berada jauh dari Bandung. Mereka pun tidak punya keluarga di sini. Mereka pikir daripada harus bolak balik ke Bandung untuk pemeriksaan, akhirnya mereka memutuskan tinggal di RS," ungkapnya.Banyaknya pasien rawat jalan yang menetap tersebut dimulai sejak 2005 lalu, saat askes Gakin diberlakukan. Rumah sakit dibanjiri pasien-pasien gakin yang mayoritas berasal dari daerah terpencil.Lebih lanjut Tri membantah bila pihak RS dianggap menelantarkan mereka. Bahkan, menurut dia, pihak RS sudah berbuat baik dengan tidak mengusir mereka. "Mereka malah diuntungkan, dapat tempat tinggal gratis dan juga bisa mandi. Memang kalau untuk makan, tanggungan mereka. Tapi kan itu pilihan mereka sendiri," katanya.Namun, kata dia, jika hal ini dibiarkan terus menerus akan membuat RS semakin terlihat kumuh dan tidak nyaman bagi pasien rawat inap. Untuk itu, pekan depan, kata dia, pihaknya akan memberikan pengumuman bahwa yang boleh menginap disini adalah khusus pasien rawat inap.Ketika ditanya apakah itu akan berhasil, Tri mengaku pesimis. "Duh, gimana ya. Yang penting kita coba," ujar dia. (ern/asy)


Berita Terkait