Slamet Kirbiantoro Diusung PDIP, PAN Wait and See
Rabu, 28 Mar 2007 16:42 WIB
Jakarta - PDIP telah memastikan akan mengusung Slamet Kirbiantoro sebagai calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusulkan mendampingi cagub Fauzi Bowo (Foke). Bagaimana sikap PAN? Partai bentukan Amien Rais ini masih akan menunggu dan melihat perkembangan.Meski sudah didukung PDIP, posisi Slamet Kirbiantoro sebagai cawagub masih belum aman. PDIP harus mati-matian menggolkan Slamet Kirbiantoro dalam forum Koalisi Jakarta. Belum tentu nama Slamet Kirbiantoro diterima di Koalisi Jakarta, karena Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar juga akan menentukan cawagub masing-masing. "Politik sangat cair dan ini akan terus berkembang. Kami akan melihat dan menunggu perkembangannya nanti di Koalisi," kata Ketua DPP PAN Hakam Naja saat dihubungi detikcom, Rabu (28/3/2007) menanggapi diusungnya Slamet Kirbiantoro sebagai cawagub yang diusung PDIP. Slamet Kirbiantoro yang merupakan mantan Pangdam Jaya itu merupakan Ketua Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan DPP PAN. Karena itu, PAN akan terus memantau perkembangan sejauhmana kadernya bisa diterima dalam Koalisi Jakarta. Menurut Hakam, Slamet Kirbiantoro merupakan salah satu dari sekian kader PAN yang memang diusung PAN sebagai cagub atau cawagub DKI. Selain mengusung Slamet, PAN juga memunculkan calon-calon lain, seperti Didik J Rachbini, Drajat Wibowo, dan Jeffry Geovanie. Diterimanya Slamet Kirbiantoro oleh PDIP, menurut Hakam, menunjukkan akseptabilitas kader PAN di partai lain cukup tinggi. "Untuk mengarah ke sana (koalisi dengan kubu Foke) masih kita lihat. Tapi, yang jelas ini entry point bagi PAN untuk menentukan sikap. Kami masih akan mempertimbangkan secara seksama," ujar dia. Hakam mengakui bahwa saat ini PAN masih mencoba menawarkan Agum Gumelar dan Jeffry Geovanie sebagai pasangan cagub-cawagub ke partai lain, termasuk PKB. Tapi, peta politik bisa saja berubah apabila nanti Slamet Kirbiantoro memang diterima oleh Koalisi Jakarta. "Ini (diusungnya Slamet Kirbiantoro) memang perkembangan menarik. Dari semua kemungkinan yang ada, peluangnya masih sama-sama besar," tutur Hakam.
(asy/nrl)











































