Operasi Antiteror Densus 88 Munculkan Islamophobia

Operasi Antiteror Densus 88 Munculkan Islamophobia

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 16:26 WIB
Jakarta - Operasi antiteror yang gencar dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkapi sejumlah tersangka teroris, dinilai telah memunculkan Islamophobia atau rasa ketakutan terhadap aktivitas Islam pada masyarakat."Suka tidak suka, yang ditangkap ini kan rata-rata dikenal sebagai aktivis Islam. Baik guru ngaji, pengurus masjid atau anggota pengajian," cetus Ketua Tim Pembela Muslim Mahendradatta dalam jumpa pers di kantornya, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2007).TPM mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan Densus 88 dalam menangani sejumlah aktivis yang disebut-sebut sebagai teroris."Harusnya Densus 88 juga mengatakan kepada publik, orang yang ditangkap tersebut terkait apa. Pembomankah, pembunuhankah, penganiayaankah. Lalu di mana dan kapan," tanya Mahendradatta.Akibatnya, lanjut dia, sikap itu membuat masyarakat takut, daripada tahu tentang penegakan hukum. "Teroris itu kata-kata yang ngambang, tidak punya dasar hukum. Yang ada dalam hukum itu 'pelaku tindak pidana terorisme'. Itu pun terkait tindak pidana nyata, bukan yang baru akan terjadi," cetusnya.Dijelaskan Mahendradatta, saat ini, TPM telah diminta secara resmi oleh 6 orang yang ditangkap Densus 88 di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka adalah Tarjo, Amir, Mujadid, Alm Mujahid yang diwakili istrinya, Cholis, dan Chairul. (bal/sss)


Berita Terkait