Pasien Tumor Juga Ikut Menginap di Lorong RSHS

Pasien Tumor Juga Ikut Menginap di Lorong RSHS

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 15:18 WIB
Bandung - Rasa nyeri hebat akibat tumor sebesar kepala bayi di telinga bagian kanannya, membuat Jejen (42) warga asal Cipanas Cianjur terus menerus tidur dengan posisi sujud. Dia merupakan salah satu dari puluhan pasien yang terpaksa menginap di selasar RS Hasan Sadikin (RSHS), karena tak punya uang. Jejen menahan rasa sakit tumornya dengan tidur beralaskan tikar. "Lebih enak kalau posisinya gini," ujar Jejen kepada detikcom, di selasar luar lantai dua Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung, Rabu (28/3/2007) menunjukkan tidur dalam posisi sujud.Jejen menceritakan benjolan tumor di telinganya sudah dia derita sejak tiga tahun lalu. Awalnya benjolan itu kecil, lalu membesar hingga seperti sekarang ini. Kini, dari benjolan itu keluar nanah bercampur darah yang baunya tidak sedap. Akibat benjolan ini, bibirnya pun sedikit tertarik sehingga terus menerus mengeluarkan air liur. Itulah sebabnya Jejen terus menerus menyeka mulutnya dengan handuk kecil."Sudah 26 hari di sini sama pun bojo (istri-red). Sekarang istri lagi pulang nyari uang dulu buat di sini," tutur buruh tani ini. Menurut dokter, dirinya tidak perlu dirawat inap.Menurut Jejen, dari hari pertama hingga sekarang dirinya baru diperiksa dua kali. "Besok (kamis-red) diperiksa lagi. Kata rumah sakit periksanya antre. Daripada pulang pergi, engga punya ongkos, ya sudah di sini aja," ungkapnya.Jejen menuturkan ongkos Bandung-Cipanas untuk satu orang membutuhkan biaya sebesar Rp 15 ribu. Sehingga jika berdua dengan istrinya menjadi Rp 30 ribu. Dengan pertimbangan inilah, kata dia, akhirnya dia memutuskan untukmenetap sementara di RS.Selama di RS, dia juga mengirit uang untuk makan. "Saya makan cuma dua sekali sehari. Biar engga boros, makan cuma pakai nasi dan kerupuk. Harganya murah cuma seribu perak," ujarnya sambil terus menyeka air liur yang menetes. Jejen tidak sendiri. Ada sekitar 22 pasien rawat jalan yang terpaksa menginap di lorong dan selasar RSHS, karena tidak punya ongkos pulang. (ern/asy)


Berita Terkait