Tak Punya Uang, Puluhan Pasien Menginap di Lorong RSHS

Tak Punya Uang, Puluhan Pasien Menginap di Lorong RSHS

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 15:03 WIB
Bandung - Tengoklah selasar dan lorong RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung! Hati Anda pasti akan terenyuh dibuatnya. Sekitar 22 pasien terpaksa menginap di lorong dan selasar RS itu. Mereka terpaksa menginap 'gratis' karena tak punya uang untuk pulang. Para pasien ini tidak terdaftar sebagai pasien rawan inap. Mereka hanya pasien rawat jalan. Rata-rata, mereka diminta datang ke RS itu pada hari lain untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, karena mereka tidak punya ongkos pulang, mereka pun terpaksa tidur beralaskan tikar di koridor atau aula RS. Salah satu pasien yang terpaksa menginap di lorong adalah Jejen, asal Cipanas, Cianjur. "Sudah 26 hari di sini sama pun bojo (istri-red). Sekarang lagi pulang nyari uang dulu buat disini," tutur buruh tani ini saat ditemui detikcom di selasar RSHS. Menurut dia, selama 26 hari, dirinya baru diperiksa dua kali. "Kamis besok, rencananya diperiksa lagi. Kata rumah sakit periksanya antre. Daripada pulang pergi, engga punya ongkos, ya udah di sini aja," ungkapnya.Jejen menuturkan ongkos Bandung-Cipanas untuk satu orang membutuhkan biaya sebesar Rp 15 ribu. Sehingga jika berdua dengan istrinya menjadi Rp 30 ribu. Dengan pertimbangan inilah, kata dia, akhirnya dia memutuskan untukmenetap sementara di RS.Keputusan untuk menetap sementara juga dilakukan oleh Yeti (43), warga asal Desa Sukaraja, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya. Dia bersama adiknya Epul (29), sejak 8 hari lalu menginap di RS untuk menemani berobat suaminya Ooy (50) yang sakit pembengkakan kelenjar di leher."Kata dokter di poli THT, kami disuruh pulang. Jumat besok (30/3/2007) diperiksa lagi. Rumah kami kan jauh neng, ongkosnya mahal. Jadi ya sudah kami menginap di sini saja," tuturnya.Tidak hanya Jejen maupun Yeti yang menginap di koridor dan aula IGD RSHS pada malam hari. Menurut Dirut RSHS Cissy Prawira jumlah pasien sekitar 22 pasien. Jika siang hari, mereka duduk-duduk atau tiduran di ruang tunggu. Bahkan beberapa di antaranya mengggelar tikar di selasar luar RS beratapkan langit. (ern/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait