Malaysia Desak Iran Perhatikan Sanksi PBB
Rabu, 28 Mar 2007 14:52 WIB
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia mendesak Iran untuk memperhatikan sanksi yang diterapkan Dewan Keamanan PBB. Desakan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.Badawi berharap Iran akan mempertimbangkan keputusan sanksi baru yang dikeluarkan PBB akhir pekan lalu. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, New Straits Times, Rabu (28/3/2007)."Ini keputusan semua anggota PBB dan diharapkan Iran akan mematuhinya," kata Badawi. "Saya harap Iran akan mempelajari sanksi itu," imbuhnya.Badawi menegaskan sikap Malaysia bahwa negara-negara punya hak untuk energi nuklir yang bertujuan damai. Namun penolakan Iran untuk mematuhi seruan PBB agar menghentikan program pengayaan uranium telah menimbulkan masalah."Dalam kasus ini, saat ini timbul masalah yang mendorong PBB mencapai keputusan itu. Iran harus bertindak cepat untuk mematuhinya," tegas Badawi.Pada Sabtu 24 Maret lalu, DK PBB secara bulat menyatakan setuju untuk memperluas sanksi terhadap Iran terkait program pengayaan uraniumnya. Sanksi yang baru ini melarang Iran mengekspor senjata dan membekukan sejumlah besar aset yang terlibat dalam proyek nuklir dan rudal.
(ita/nrl)











































