Laporan dari Arab Saudi
KTT III Arab Digelar, Kantor dan Sekolah Diliburkan
Rabu, 28 Mar 2007 12:40 WIB
Riyadh - Pemerintah Arab Saudi all out menyelenggarakan KTT III Arab. Untuk kesuksesan konferensi penting ini, sekolah dan kantor pemerintah di Riyadh diliburkan. Sementara jalan-jalan utama di ibukota Arab Saudi dipenuhi tentara yang berjaga. KTT III Arab akan dibuka Rabu (28/3/2007) mulai pukul 10.00 waktu setempat. Pemerintah Indonesia yang diwakili Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengikuti KTT yang juga membahas kasus Iran ini. JK dan rombongan telah tiba di Riyadh, Selasa (27/3/2007) pukul 18.30 WIB kemarin. Libur sekolah dan kantor instansi pemerintah dimulai Selasa kemarin. Pemerintah Arab Saudi meliburkan sekolah dan kantor instansi pemerintah dengan tujuan untuk menghindari kemacetan lalu lintas dalam rangka penyambutan tamu-tamu negara peserta KTT. Pemantauan detikcom, jalan-jalan protokol di ibukota Riyadh diblok, lengang dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan. King Fahd Road yang biasanya macet, tampak sepi. Yang ada hanya barisan tentara dengan perlengkapan siap tempur. Kendaraan lapis baja menghiasi sepanjang perjalanan antara bandara menuju ke arah King Abdul Aziz Convention Hall, tempat diselenggarakannya KTT III Arab. Pengetatan keamanan di Riyadh memang terlihat sangat mencolok. Beberapa orang guru Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) memanfaatkan kesempatan libur mendadak di Riyad tersebut dengan melaksanakan ibadah ke kota suci Makkah. Menurut Yudi, guru sekolah Riyadh utusan Depdiknas yang baru satu setengah tahun mengajar di SIR, libur seperti ini kesempatan langka. "Ini adalah kesempatan langka, libur sampai empat hari, dari Selasa hingga Jumat, ditambah lagi hari Sabtu kita libur, karena ada peringatan hari Maulid Nabi. Lebih baik saya liburan untuk umrah ke tanah suci bersama keluarga," kata dia. KTT III Arab dengan agenda utama membahas penyelesaian masalah nuklir Iran menjadi perhatian khusus pemerintahan Saudi. Sangat disayangkan, Libya yang menjadi salah satu anggota KTT menolak hadir. Sementara Indonesia hadir di KTT sebagai undangan khusus, bersama Pakistan, Malaysia, dan Turki.
(asy/asy)











































