Indonesia Minta WHO dan Negara Maju Adil Soal Vaksin
Rabu, 28 Mar 2007 12:29 WIB
Jakarta - 90 Persen vaksin, termasuk flu burung ada di negara maju. Populasinya pun hanya 10 persen. Pemerintah Indonesia menuntut mekanisme yang adil dalam distribusi vaksin."Di Eropa dan AS ada 90 persen vaksin. Jadi negara-negara miskin tidak punya kesempatan," ujar Menkes Siti Fadilah Supari di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Mekanisme yang dimiliki WHO, kata Menkes, belum berubah selama 50 tahun. Mekanisme ini cenderung merugikan negara pemilik virus yang kebetulan negara-negara miskin dan berkembang."Kalau kita punya uang tapi vaksinnya dibeli semua oleh negara maju. Kita tidak bisa beli walaupun virusnya dari kita," tutur dia.Pemerintah Indonesia, kata Menkes, menuntut WHO menciptakan mekanisme yang adil. Tujuannya agar negara-negara miskin dan berkembang dapat memiliki berbagai vaksin termasuk flu burung."Negara-negara berkembang dan miskin jika tidak bisa beli vaksin, kalau nanti terjadi pandemi bisa bahaya," cetusnya.
(umi/nrl)











































