Diajak Berdoa Sebelum Take Off

Diajak Berdoa Sebelum Take Off

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 11:52 WIB
Diajak Berdoa Sebelum Take Off
Jakarta - Deru mesin pesawat bergemuruh di landasan. Suara pramugari terdengar memberikan pengarahan menggunakan seat belt dan life vest. Ini masih standar. Uniknya, pramugari kemudian mengingatkan penumpang untuk berdoa."Kepada para penumpang, kami ingatkan untuk berdoa demi keselamatan penerbangan kita bersama."Begitulah ajakan pramugari AirAsia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris diiringi deru mesin pesawat yang menambah daya menjelang take off.Ajakan itu ditanggapi bermacam-macam oleh para penumpang. Ada yang tertegun, ada yang langsung memejamkan mata dan menundukkan kepala untuk berdoa.Namun ada juga yang tersenyum geli mendengar ajakan itu. "Pasti ini gara-gara banyak pesawat yang mengalami musibah sebelumnya. Sebab sebelum-sebelumnya kan tidak ada ajakan berdoa seperti ini," celetuk Eva Ramayanti (30).Meski demikian Eva yang menjadi penumpang AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 7505 dari Medan ke Jakarta pada Selasa 27 Maret 2007 itu ikut berdoa."Yah, kan tidak ada yang bisa menebak takdir. Syukurlah bisa sampai dengan selamat," ujar Eva setibanya di Bandara Soekarno-Hatta pukul 23.30 WIB.Lain lagi dengan pengalaman Ida Arifin (27) yang menggunakan maskapai Lion Air MD 80 (Wings Air) dari Jakarta ke Surabaya pada Jumat 17 Maret 2007."Di saku kursi bagian belakang ada kartu doa. Kartu ini memuat doa-doa perjalanan dari lima agama, ada untuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha," kata Ida.Ida pun menduga keberadaan kartu doa itu erat kaitannya dengan musibah kecelakaan Garuda GA 200 yang menewaskan 22 orang di Yogyakarta pada 7 Maret 2007. Ini juga yang membuat sejumlah penumpang paranoid naik pesawat."Di seberang kursiku ada seorang pria yang sering berpegangan kursi di depannya. Penumpang wanita di sampingnya bahkan tak pernah melepaskan pegangannya. Ketika pesawat bergoyang, kedua tangan mereka lebih berpegangan erat," kisah Ida.Seperti halnya dengan Eva, Ida tak mau menganggap enteng urusan berdoa. Ida pun membaca kartu doa yang disediakan sambil memanjatkan doa. Syukurlah pesawat mendarat selamat di Surabaya."Ketika aku pulang esok harinya ke Jakarta dengan Garuda, aku tidak menemukan kartu doa semacam itu. Di penerbangan lainnya yang pernah kupakai seperti Batavia, Merpati, Garuda, AdamAir, dan AirAsia juga tidak ada," kata Ida. (sss/umi)


Berita Terkait