Terlalu Dini Menyimpulkan Human Error Garuda GA-200
Rabu, 28 Mar 2007 09:31 WIB
Jakarta - Dugaan insiden Garuda GA-200 terjadi akibat human error terkuak setelah Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri menyatakan bahwa penyelidikan terbakarnya Garuda GA-200 sudah mengarah kepada tersangka. Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menganggap dugaan human error masih terlalu dini untuk ditetapkan karena analisa KNKT belum selesai."Masih terlalu dini. Tunggu hasil analisa KNKT dulu. Karena semua yang diperiksa semuanya orang, yang ngerawat orang, yang nyupiri juga orang. Kita tidak sama seperti polisi, karena kita pakai kaidah keilmuan, kenapa sampai bisa begitu," kata ketua investigator KNKT untuk Garuda GA-200, Prof Mardjono Siswo Sumarno, ketika dihubungi detikcom, Rabu (28/3/2007) pukul 08.10 WIB.Menurut Mardjono, analisa kotak hitam, terutama Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data percakapan pilot, co-pilot, serta awak kabin selama 30 menit terakhir melibatkan berbagai pakar dari mulai ahli penerbangan, pilot B-737, ahli mesin, termasuk psikologi, dan psikiater."Iya, supaya lengkap hasil analisanya. Bagaimana supaya hal serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Itu tugas KNKT," tukas Mardjono.
(nwk/nrl)











































