Pohon 'Allah' dan Mimpi Bocah Cilik yang Menangis 3 Malam

Pohon 'Allah' dan Mimpi Bocah Cilik yang Menangis 3 Malam

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2007 08:47 WIB
Pohon Allah dan Mimpi Bocah Cilik yang Menangis 3 Malam
Pekanbaru - Pohon lafal Allah yang menghebohkan warga Pekanbaru ini menyisahkan berbagai cerita. Seorang warga mengaku sempat bermimpi bertemu bocah cilik yang menangis. Anehnya, mimpi itu bisa bersambung selama tiga malam. Amri (50), warga Jl Sembilang Indah, Tangkerang Pekanbaru inilah, yang mengaku sempat bermimpi ditemui bocah cilik. Bapak dari empat orang anak ini bercerita bahwa tiga hari sebelum dia mencari kayu bakar, sempat bermimpi. Dalam mimpinya, dia mendengar suara tangisan bayi. Bayi itu menangis seakan meminta tolong. "Dalam mimpi pertama, saya belum menemukan bayi tersebut. Hanya dalam mimpi itu jelas terdengar teriakan anak bayi," kata Amri, sekaligus orang yang tak jadi menebang pohon akasia yang bertuliskan Allah itu. Mimpi pertama tidak membuat firasat apa pun dalam pikiran pria berkulit gelap ini. Tapi belakangan, bak sebuah sinetron, mimpi ini berlanjut keesokan malamnya. Malah mimpi ini berlanjut selama tiga malam. "Mimpi yang terakhir, saya menemukan suara tangisan itu. Tapi anehnya, suara tangisan itu seperti bayi yang baru dilahirkan. Padahal anak kecil yang saya temui dalam mimpi itu diperkirakan berusia 2 tahun. Malah anak itu memanggil saya bapak, dan dia minta perlindungan," cerita Amri kepada detikcom, Selasa (27/3/2007). Lantas mimpi inilah yang dikaitkan Amri dengan pohon akasia yang bertuliskan kalimat Allah itu. Menurut dia, sebenarnya di lokasi pohon akasia itu, ada tujuh pohon yang sudah mengering. Lantas, pria yang sehari-harinya berkerja sebagai tukang bangunan ini mencoba untuk menebangi pohon-pohon yang sudah mengering untuk dia jual sebagai kayu bakar. Dari tujuh pohon itu, tersisa satu pohon yang belum sempat dia tebang. "Entah kenapa ketika akan menebang pohon yang terakhir, kok rasanya malas. Malah bulu kuduk saya sempat merinding. Karena itu aktivitas mencari kayu saya hentikan. Eh belakangan, anak saya melihat di pucuk pohon itu ada kalimat Allah," urai Amri. Sejak ditemukan lafal Allah di pohon itu, Amri setiap malam terus begadang di sekitar pohon. Saban malam dia rela menjaga pohon ini. Dia khawatir pohon ini akan terjadi apa-apa. "Tiap malam saya jaga pohon ini. Sebab, dalam mimpi saya itu, anak kecil meminta untuk perlindungan. Ya mungkin saja anak kecil dalam mimpi saya itu pohon tersebut," katanya sembari tersenyum. Lantas sampai kapan dia akan menjaga pohon itu? "Saya belum bisa pastikan sampai kapan berhenti menjaganya. Kalau malam, kalimat Allah di atas pucuk pohon itu semakin indah. Tak percaya, datanglah nanti malam," kata dia. (cha/asy)



Berita Terkait