Siapa Penemu Pohon 'Allah'?
Rabu, 28 Mar 2007 07:54 WIB
Pekanbaru - Pohon bertuliskan kalimat Allah dalam bahasa Arab terus menjadi tontonan warga Pekanbaru. Lantas siapa gerangan penemu pertama kali pohon yang jadi buah bibir tersebut? Hari Minggu akhir pekan lalu, merupakan hari pertama penemuan pohon berkalimat Allah tersebut. Pohon akasia yang sudah kering itu hanya berjarak 20 meter dari perumahan penduduk di Jalan Sembilang Indah, Tangekarang, Pekanbaru. Di lokasi ini sebanarnya masih banyak pohon sejenis yang dikelilingi semak belukar yang tumbuh dengan subur. Lantas siapa gerangan yang menyebutkan bahwa di atas pohon itu ada kalimat Allah? Dia adalah Rudi, remaja yang baru lulus STM tahun lalu. Pemuda yang masih lajang ini pada akhir pekan lalu membantu orangtuanya Amri (50 ) mencari kayu bakar untuk dijual ke rumah makan. Di lokasi mencari kayu ini, sebenarnya ada tujuh pohon akasia yang sudah kering. Kayu-kayu inilah yang ditebangi orangtua Rudi untuk kemudian mereka jual kembali sebagai kayu bakar. Sebagaimana sore itu, selepas membantu mengumpulkan kayu-kayu, Rudi pun iseng memancing di parit kecil yang tidak jauh dari tumpukan kayu hasil tebangan ayahnya. Usai memancing, Rudi pun ingin kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari parit itu. Saat melintas, Rudi iseng melihat bekas pohon yang ditebang orangtuanya. Rudi berpikir mengapa satu pohon akasia yang sudah mengering itu tidak ditebang orangtuanya. Rupanya, dari tujuh pohon akasia yang sudah mengering itu, ada satu pohon yang belum ditebang orangtuanya. Saat itulah, Rudi merasa ada keanehan, mengapa satu pohon batang inibelum juga tuntas ditebang."Saat itulah, anak saya melihat ada keganjilan di atas pohon itu. Rudi melihat ada kalimat Allah di pucuk pohon. Lantas kabar ini disebarkan Rudi ke teman-temannya. Sore itu juga warga di sekitar berduyun-duyun untuk menyaksiakannya," urai Amri orangtua kandung Rudi saat ditemui detikcom, Selasa (27/3/2007). Sejak itu pula, kabar pohon bertuliskan kalimat Allah ini menyebar dari mulut ke mulut. Dan belakangan kabar ini tercium oleh wartawan. Maka sejumlah media massa lokal dan nasional pun turut ramai-ramai menuju pohon tersebut. Kabar ini pun akhirnya dilansir media. Dan sampai kini pohon dengan kalimat Allah masih menjadi tontonan masyarakat Pekanbaru.
(cha/asy)











































