Tiga Pakar Fisika ITB di Belakang Bola Beton
Rabu, 28 Mar 2007 07:13 WIB
Surabaya - Bola beton - sering disebut bolton - akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak orang, khususnya warga Porong Kabupaten Sidoarjo. Proyek bolton senilai Rp 3,5 miliar ini diharapkan bisa mengurangi semburan lumpur di Porong yang kian melebar. Namun, hingga sekarang solusi bolton ini belum berhasil. Ada tiga pakar Fisika ITB di belakang bolton. Tiga pakar yang membidangi solusi bolton ini adalah para pakar di bidang Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Tiga pakar Fisika inilah yang mempresentasikan teknik bolton ke Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo di kantor Timnas di Apartemen Sommerset, Surabaya pada 8 Desember 2006 silam.Ketiga pakar ini adalah Dr. Eng. Bagus Endar B. Nurhandoko, Dr. Satria Bijaksana, dan Dr. rer.nat Umar Fauzi. Ketiganya adalah anggota Kelompok Keahlian Fisika Sistem Kompleks. Presentasi dilakukan mereka di depan Ketua Timnas Lumpur Basuki Hadimoelyono. Untuk lebih mengenal mereka, mari kita perjelas satu per satu. Bagus Endar B. Nurhandoko saat ini menjabat Kepala Laboratorium Inversi Gelombang dan Pencitraan Fluida Bawah Permukaan, Fisika, ITB dan staf ahli Komisi VII DPR-RI. Sedangkan Dr. Satria Bijaksana sehari-hari sebagai Kepala Laboratorium Karakterisasi Sifat Magnetik Batuan, Fisika, ITB. Di kampus itu, Satria juga sebagai Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu.Dan Umar Fauzi, selain anggota Associate Professor Fisika, dia juga sebagai Ketua Kelompok Keahlian Fisika Sistem Kompleks dan Kepala Laboratorium Riset Geometri Ruang Poros. Dilihat dari jabatan akademis ketiga orang itu, maka kepakaran mereka tak perlu diragukan. Teknik insersi bolton versi ketiga pakar ini dipaparkan dalam presentasinya yang berjudul "Solusi Alternatif Pengurangan Volume Semburan Lumpur di Main Hole 'dekat BJP-01', Lapindo Inc. Sidoarjo". Gagasan awal insersi atau pemasukan bolton ini merupakan yang pertama di dunia yang dilakukan khusus di main hole (pusat semburan). Ada tiga maksud dari solusi bolton ini; yaitu mengatasi permasalahan semburan besar, kemudian mengurangi volume semburan lumpur, dan diharapkan bisa membantu 'beban' relief well yang sedang dibor untuk penutupan lubang. Bagaimana strategi bolton yang ditawarkan tiga pakar Fisika ini? Pertama, strategi pelaksanaan yang pertama melalui diagram semburan dan pemasukan massa bola high density. Kedua, collapsing luas permukaan semburan dengan massa bola high density berukuran besar. Pada posisi ini, debit semburan lumpur akan menurun, namun kecepatan aliran tetap, sehingga residual tekanan pori pun tetap (tidak menimbulkan rekahan baru). Ketiga, dengan penambahan density lumpur secara otomatis di bawah permukaan dengan massa bola high density berukuran lebih kecil. Dari hasil kajian konsep porositas didapatkan bahwa minimal semburan akan berkurang 60%-74%.
(gik/asy)










































