Wahab Mokodongan: Saya Bukan Penumpang Gelap
Selasa, 27 Mar 2007 20:27 WIB
Jakarta -
Mantan Kapuspen ABRI Mayjen (Purn) Abdul Wahab Mokodongan membantah kemunculannya yang tiba-tiba sebagai cawagub DKI dianggap 'penumpang gelap'. Mokodongan menegaskan proses pencalonannya sebagai cawagub DKI di sejumlah partai telah melalui prosedur yang sah."Saya ingin luruskan pemberitaan bahwa ada yang menilai saya penumpang gelap. Saya terima pendapat itu. Tapi ingin saya jawab bahwa saya telah mendaftar secara resmi," kata Wahab Mokodongan di hotel Gran Melia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (26/3/2007).Wahab mengatakan pendaftaran itu telah dilakukannya ke sejumlah partai yang mengusung Fauzi Bowo (Foke). Pendaftaran itu, lanjut dia, untuk memperkenalkan diri kepada partai-partai tersebut. "Bahkan bukan hanya mendaftar, saya pun juga sudah melakukan pendekatan dengan partai-partai itu. Apakah salah kalau injury time?" imbuh dosen politik Lemhanas tersebut.Bahkan dia juga mengatakan keputusannya untuk maju sebagai komitmen dirinya dengan Foke. Komitmen yang dimaksud, jelas dia, adalah persetujuannya atas rencana Foke untuk maju sebagai cagub DKI. "Ketika diskusi Desember lalu dengan Fauzi tentang rencana persiapannya untuk mau sebagai cagub, ya saya komit, saya setuju mendukung dia," ujar dia. Wahap pun mengaku dirinya mendapat respons positif dari 16 partai yang tergabung dalam Koalisi Jakarta. "Dari pendekatan itu, partai-partai itu merespons positif. Jika saya terpilih, ya saya bersyukur. Jika tidak, ya alhamdulillah. Saya bisa memberikan kontribusi untuk DKI ini dari segi yang lain," kata dia.Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta Martin Bimbuain membenarkan bahwa purnawirawan TNI tersebut terdaftar resmi sebagai cawagub di partainya. Namun hingga kini, tambah Martin, PD belum memutuskan calon yang layak sebagai pendamping untuk Foke dalam pilkada mendatang.Martin mengatakan untuk menentukan cawagub yang layak, partainya tidak hanya berkonsultasi dengan Foke sebagai cagub terpilih. Tapi juga berdasarkan masukan dari Dewan Pembina dan diputuskan oleh DPP. "Karena itu yang diatur oleh AD/ART," ujar Martin.Selain itu, Martin sangat berharap kursi kosong pendamping Foke akan diberikan kepada PD. Alasannya, karena PD merupakan partai pemenang kedua di DKI dalam pilpres 2004 lalu. "Sampai sekarang, nama-nama cawagub yang terdaftar di PD sudah diajukan ke DPP. Tinggal dibicarakan dengan cagub Fauzi Bowo dan DPP yang putuskan. Nama Pak Wahab termasuk yang diajukan," ujar pria berdarah Jawa-Ambon itu.Meski demikian, dia mengungkapkan kandidat Ferial Sofyan saat ini menjadi yang terkuat untuk dijagokan dalam koalisi Jakarta sebagai pendamping Foke.Selain Mokodongan dan Ferial, beberapa nama yang juga diajukan ke DPP antara lain Ahmad Husen Alaydrus, Asril Tanjung, dan Djasri Marin. "Kita tunggu saja. kemungkinan baru April diumumkan," imbuh dia.
(rmd/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































