Kejagung Bidik Widjanarko Tak Cuma Dalam Kasus Beras

Kejagung Bidik Widjanarko Tak Cuma Dalam Kasus Beras

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2007 19:20 WIB
Jakarta - Kejagung menyidik kasus dugaan korupsi aliran dana ilegal yang masuk dan keluar dalam pengadaan komoditas di Bulog. Kasus yang diduga melibatkan mantan Direktur Utama Perum Bulog Widjanako Puspoyo ini tidak hanya untuk aliran dana ilegal dalam impor beras Vietnam."Dulu ada dari impor beras, tenyata bukan hanya dari situ saja. Ada komoditas lain," kata Plt Jampidsus Hendarman Supandji di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2007).Hendarman enggan menyebutkan komoditas apa saja. Dia hanya mengatakan kasus aliran dana ini terkait dengan banyak komoditas yang diurus Bulog.Mengenai penyidikan, lanjut Hendaraman, saat ini fokus dalam kasus penerimaan aliran dana ilegal, belum masuk ke aliran dana yang keluar."Sekarang dalam kasus kedua (hadiah) itu baru dana yang masuk ilegal, yang keluar belum," jelasnya.Hendarman menjelaskan untuk dana yang masuk itu macam-macam sumbernya tidak hanya dari beras dan tidak wajar. "Sebetulnya milik negara tapi dikuasai dia terus didistribusikan, nah ini belum (disidik). Kita baru mencari yang masuk ilegal," ujarnya.Penyidik, lanjut Hendarman, sedang merumuskan cara masuknya dana ilegal ini, siapa yang berbuat, dan dari mana saja dana itu sehingga dapat dikenakan pasal apa saja. "Itu kan harus diurutin. Ini dari mana duit-duit itu, kok bisa di situ. Sopo sing gawe goro-goro iki (siapa yang buat gara-gara ini)," tandas mantan Kajati DIY ini.Hendarman mengatakan untuk mengetahui jumlah aliran dana yang masuk ini, Kejagung juga sudah meminta Badan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk menghitungnya. "Masuknya ini baru dihitung apakah uang itu rambutan(ribuan), jambu (jutaan), mangga (miliar), atau terong (triliun). Kan yang dilaporkan terong, apakah pengaduan sesuai dengan keterangan saksi dan alatbukti," pungkasnya.Menurut Hendarman, sejauh ini alat bukti yang ada menunjukkan aliran dana yang masuk baru taraf miliaran, belum seperti laporan masyarakat yang mencapai triliunan. "Pokoknya masih mangga (miliar) kecil," katanya. (mly/mar)


Berita Terkait