Disalahkan Habibie, Kofi Annan Dipanggil KKP

Disalahkan Habibie, Kofi Annan Dipanggil KKP

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2007 16:46 WIB
Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie mengaku aksi kekerasan yang terjadi di Timor Leste sebenarnya bisa diminimalisir apabila Sekjen PBB Kofi Annan tidak melakukan ingkar janji, terutama mengenai pengumuman hasil jajak pendapat dan antisipasi keamanannya."Pak Habibie mengistilahkan begini, kalau tidak ingkar janji seharusnya korban hanya 10 orang, tidak mencapai 100 orang," kata anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) dari Indonesia, Achmad Ali.Hal ini disampaikan Achmad Ali di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (27/3/2007).Mengenai skala kerusuhan di Timor Leste, menurut dia, Habibie menyampaikan sebenarnya bisa diminimalisir bila Kofi Annan saat itu tidak melakukan wanprestasi atau ingkar janji. Sebab, PBB telah menawarkan kepada Habibie bahwa tanggal 7 September 1999 hasil jajak pendapat akan diumumkan, dan sebelum pengumuman tersebut akan diumumkan terlebih dahulu adanya penetapan darurat militer di Timor Timur untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi atas pengumuman hasil jajak pendapat.Dikatakan dia, Habibie sebenarnya telah menawarkan agar hanya ditetapkan status darurat sipil. "Tetapi Kofi Annan tiba-tiba menyatakan lebih bagus darurat militer dan mengumumkan hasil jajak pendapat pada 4 September," ujarnya.Atas keterangan itu, Achmad Ali mengusulkan dalam rapat pleno KKP mendatang tentang kemungkinan memanggil Kofi Annan guna memberikan kesaksiannya karena selama ini Kofi Annan belum pernah terbuka menjelaskan hal itu pada publik.Achmad Ali menjelaskan, Habibie dalam memberikan keterangan tidak disumpah dan mengaku tidak menyesal atas kebijakan yang telah diambil. Namun Habibie menyesalkan atas kerusuhan yang terjadi. (aan/nrl)


Berita Terkait