Sopir Kontrak Pertamina yang Kena PHK Tetap Dapat Pesangon

Sopir Kontrak Pertamina yang Kena PHK Tetap Dapat Pesangon

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2007 16:24 WIB
Jakarta - Pertamina mengakui ada perubahan dalam jalur pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) yakni pola sewa kendaraan, sopir dan kernet. Namun sopir dan kernet yang akan diputus kontrak tetap akan mendapat pesangon atau bantuan kemitraan.Demikian disampaikan Humas Pertamina Unit Pemasaran IV Jawa Tengah (Jateng) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hepi Wulansari, di kantornya Jl Mangkubumi Yogyakarta, Selasa (27/3/2007). "Pola yang dulu kita bekerja sama dengan pengusaha. Selama ini sopir kernet tanggungan pengusaha dan bukan tanggungjawab kita," kata Hepi. Dalam pola baru, Pertamina menetapkan kebijakan pola sewa baik untuk mobil, sopir dan kernet. Pihaknya akan menyewa kendaraan serta kru yang akan dikelola Patra Niaga, perusahaan di bawah wewenang Pertamina. Hal ini merupakan kebijakan nasional di seluruh Indonesia. Saat ini sudah berjalan di Cepu, Tegal dan Pengapon Semarang.Dia mengatakan dalam pola baru itu akan ada pengurangan sopir dan kernet sekitar 40-50 persen. Namun Pertamina tak lepas tanggung jawab begitu saja. Mereka yang terkena pengurangan atau pemutusan kontrak akan mendapat bantuan kemitraan sebagai modal usaha serta bea siswa anak-anaknya. Jumlah pemberian bantuan bervariasi, sekitar Rp 25 juta hingga Rp 100 juta."Meski sebenarnya, bukan tanggung jawab kita, tapi kita peduli dan mencarikan solusi berupa pemberian bantuan kemitraan yang sangat lunak serta bea siswa," katanya.Menurut Hepi, perubahan tersebut dilakukan Pertamina lebih terkait dengan adanya penertiban. Penertiban itu dilakukan setelah Pertamina menerima masukan, keluhan dan komplain dari masyarakat serta berdasarkan instruksi presiden agar ada restrukrisasi dan reformasi. Dari hasil evaluasi itu, terdapat penyimpangan di jalur distribusi hingga mencapai 2 persen."Pengusaha SPBU sering komplain takaran dari Pertamina kurang dan lain-lain. Memang selama ini kita kehilangan cukup banyak di jalur tersebut. Karena itu kita dituntut agar lebih baik lagi dan tak ada lagi kehilangan," papar Hepi. (bgs/djo)


Berita Terkait