Dubes Iran Cari Dukungan Ormas Islam untuk Nuklir Damai
Selasa, 27 Mar 2007 16:05 WIB
Jakarta - Dubes Iran untuk Indonesia Behrooz Kamavandi menegaskan kembali sikap negaranya soal industri nuklir yang dibangun di negara tersebut. Iran tidak akan menghentikan program nuklirnya."Kami akan tetap lanjutkan program nuklir untuk kepentingan damai ini. Masalah sanksi bukan hal yang baru bagi kita. Kita sudah terbiasa. Kita dari dulu terus ditekan," cetus Behrooz usai bertemu Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Selasa (27/3/2007).Dia menambahkan, DK PBB tidak adil dalam memberikan sanksi kepada Iran. "Israel yang menyerang Palestina saja tidak diberi sanksi. Kita yang membuat program untuk keperluan damai malah diberi sanksi," tegas Behrooz.Behrooz menyayangkan sanksi yang dikeluarkan PBB karena organisasi negera-negara sedunia itu tidak bisa membuktikan Iran bersalah. Sanksi dari DK PBB dinilainya tidak bermanfaat karena tidak menyelesaikan masalah. Untuk itu, Iran akan terus mencari dukungan dari ormas Islam lain di Indonesia. Setelah meminta dukungan Muhammadiyah, Behrooz rencananya akan menyambangi PBNU.Sekadar diketahui DK PBB pada 24 Maret lalu secara bulat mendukung sanksi baru terhadap Iran yang menolak menghentikan program nuklirnya.Kelima belas anggota Dewan -- termasuk Indonesia -- mendukung Resolusi 1747 yang memperluas sanksi yang sudah diberlakukan bulan Desember 2006.Sanksi ini akan melarang ekspor senjata Iran dan membekukan aset individual, dan perusahaan yang terlibat dalam program nuklir dan rudal Iran.
(umi/nrl)











































