Masih Lapor di Garnisun, Redpel Situs SBY Masih Terlibat Lebam

Masih Lapor di Garnisun, Redpel Situs SBY Masih Terlibat Lebam

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2007 15:25 WIB
Jakarta - Hingga pukul 15.10 WIB, Selasa (27/3/2007), Redaktur Pelaksana presidensby.info, M. Anis, masih melaporkan penganiayaan seorang tentara terhadap dirinya. Luka lebam bekas pukulan sang tentara masih tampak jelas di muka pria yang disapa Cak Anis itu. Cak Anis tiba di Markas Garnisun yang berada di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, itu sekitar pukul 14.15 WIB. Dia datang ke Garnisun untuk melaporkan kasus ini setelah mendapat saran dari Kepala Biro Pers Istana Kolonel DJ Nachrowi. Saat ini, sejumlah wartawan juga sudah berada di markas Garnisun untuk mengetahui secara persis kasus yang dialami Cak Anis ini. Namun anehnya, petugas jaga di Markas Garnisun mengaku tidak ada seseorang pun yang sedang melapor ke Garnisun. Meski begitu, para wartawan tetap bertahan. Cak Anis digebuki oleh tentara berinisial Serka AM pada Minggu (25/3/2007) malam. Saat itu, dia tengah berada di sebuah warung tegal (warteg) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tiba-tiba ada seorang tentara bersepatu lars yang datang ke warteg sambil marah-marah dan ngamuk-ngamuk. Karena melihat ada tentara ngamuk, Cak Anis pun berkata kepada tentara itu. "Bos, sabar bos," kata Cak Anis saat itu untuk menenangkan sang tentara. Disapa Cak Anis seperti itu, tentara itu malah berang. "Kamu mau ikut campur ya....," teriak tentara itu kepada Cak Anis. Serta merta tentara itu pun menghajar Cak Anis. Cak Anis yang sudah bekerja mengelola situs presiden SBY selama satu tahun tiga bulan digebuki oleh tentara itu. Cak Anis juga diinjak-injak oleh tentara itu dengan sepatu larsnya. Setelah Cak Anis tak berdaya, tentara itu pun mengeluarkan sangkurnya. Tentara menusukkan sangkur itu ke arah Cak Anis. Namun, Cak Anis berhasil menghindar, meski lengan kanannya sempat terserempet sangkur itu. (asy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait