Bandar Togel Beromzet Ratusan Juta Ditangkap
Selasa, 27 Mar 2007 14:45 WIB
Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap bandar judi toto gelap (togel), Tarsi (53). Bandar ini ditengarai memiliki omzet ratusan juta rupiah per hari di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatra Selatan.Tarsi ditangkap di rumah kontrakannya, Desa Jua-Jua, Kecamatan Kayu Agung, OKI, Sumsel, sekitar pukul 18.00 WIB, Senin (26/03/2007) oleh Tim Khusus Polda Sumsel, yakni gabungan Subtim I dipimpin AKP Darma Ginting, dan Subtim IV dipimpin Aipda Sopian. Bersama Tarsi, diamankan pula 8 karyawati yang bekerja merekap togel di rumahnya, dan empat orang laki-laki yang membantu bisnis togel yang dikelola Tarsi.Ke-8 karyawati itu adalah Nur (18), pelajar, warga Desa Jua-Jua, Kecamatan Kayu Agung, OKI, Nia (26) warga Desa Mangun Jaya RT 09, Kayu Agung, Mi (38) warga Desa Kedaton, Kompleks III, Kayu Agung, Ev (21) warga Desa Kota Raya Kompleks IV, Kayu Agung, Sus (16) pelajar warga Desa Perigin, Lingkungan II, Kayu Agung, Yat (29) warga Desa Kota Raya, Kayu Agung, Puspa (18), warga Desa Jua-Jua, Kayu Agung dan Tin (19) warga Desa Sukadana, Kayu Agung. Sedangkan keempat karyawan prianya, Isman (22), Taufik (45), Andi (23) dan Kobil (30).Bersama ke-13 tersangka diamankan pula ribuan rekap togel, 13 kalkulator, 8 handphone, puluhan spidol dan pena, satu telepon rumah, empat stapler, dan 10 meja kecil untuk menghitung rekapan togel.Polisi juga menyita satu unit mobil Honda Jazz No Pol BG 303 KA warna hitam serta uang tunai Rp 4,82 juta milik Tarsi.Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Marsudhi Hanafi, Selasa (27/03/2007), mengatakan Tarsi mengaku telah menekuni bisnis ini sejak satu tahun terakhir. Sebelumnya dia sempat berhenti.Sejak Agustus 2005, Tarsi menyewa rumah di Desa Jua-Jua, Kayu Agung dan merekrut sejumlah karyawan untuk membantunya menjalankan bisnis togel yang terhitung besar. Hal ini mengingat area bisnisnya mencakup seluruh wilayah hingga ke pelosok desa di Kabupaten OKI.Tarsi mengaku kalau omzet per harinya sekitar Rp 50 juta. Namun, berdasarkan hasil perhitungan kasar petugas setelah melihat angka-angka pada ribuan rekapan togel yang disita dari kediaman Tarsi diperkirakan kalau omzet bisnis togel yang dikelola Tarsi menembus kisaran Rp 150 juta untuk sekali buka.Dengan jujur, Tarsi mengakui kalau setiap tahun ia selalu berpindah tempat untuk menghindari kecurigaan petugas.Sementara Sus, salah seorang karyawati Tarsi mengaku kalau mereka menerima gaji berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per harinya. Sus yang sudah bekerja selama tiga bulan mengatakan, hanya Tarsi yang mengelola bisnis tersebut."Tarsi merupakan target kita selama ini. Tadi malam kita buktikan," kata Marshudi.Apa mungkin Tarsi mempunyai beking dari aparat keamanan? "Melihat cara berbisnisnya, memang ada dugaan kalau apa yang dilakukan tersangka dibekingi oknum. Namun sekali lagi saya tegaskan, tidak peduli siapapun, akan kita libas habis," tambah Marshudi.
(tw/djo)











































