LSI: Popularitas SBY-JK Anjlok, PDIP Paling Diuntungkan

LSI: Popularitas SBY-JK Anjlok, PDIP Paling Diuntungkan

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2007 12:48 WIB
Jakarta - Popularitas Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla kian melorot. Di tahun ketiga kepemimpinannya, ketidakpuasan publik terhadap kinerja SBY-JK menembus batas psikologis di bawah 50 persen."Ini angka kepuasan terendah sepanjang SBY menjadi presiden," kata Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saeful Mujani saat membeberkan hasil survei LSI di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (27/3/2007).Saeful menjelaskan, survei itu digelar sejak 17-24 Maret 2007 di 33 provinsi di Indonesia. Total responden 1.238 orang dan margin error 3 persen. Survei digelar dengan metode multi stage random sampling.Dari survei itu, kata Saeful, pada Maret 2007 ini, tingkat kepuasan publik kepada SBY hanya 49,7 persen, jauh menurun dibanding awal kepemimpinannya yakni 80 persen.Sedangkan untuk Kalla hingga Maret 2007 ini hanya popularitasnya tinggal 46,9 persen, jauh menurun dibandingkan awal kepemimpinannya 77 persen.Anjloknya kepuasan publik terhadap SBY-Kalla sangat terkait erat dengan persepsi publik terhadap kondisi ekonomi saat ini yang lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 54 persen masyarakat merasa kondisi ekonomi lebih buruk dari tahun lalu, 23 persen merasa lebih baik, 21 persen merasa sama, dan 3 persen tidak tahu.PDIP DiuntungkanBila kondisi ekonomi nasional tidak membaik dalam dua tahun mendatang, Saeful yakin SBY-Kalla akan semakin tidak populer. "Partai Demokrat akan kehilangan pendukung dan yang akan mendapat keuntungan dari kondisi ini justru PDIP," kata Saeful.Alasannya, karena salah satu partai yang dirasa lebih representatif terhadap aspirasi pemilihnya adalah PDIP.Hal itu berdasarkan hasil survei LSI terhadap prestasi partai politik 3 tahun terakhir atas beberapa isu. Isu tersebut antara lain akomodatif perbedaan pra sosial, komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945, privatisasi BUMN, dan penambangan kekayaan alam oleh perusahaan asing."Terhadap isu-isu tersebut PDIP menempati posisi terendah dalam hal gap antara aspirasi pemilih dengan sikap parpol," kata Saeful. (umi/nrl)


Berita Terkait