Kisah Batuk dan Segelas Air SBY dan Jero Wacik
Selasa, 27 Mar 2007 12:43 WIB
Jakarta - Pidato Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di Istana Negara, Selasa (27/3/2007), sempat tersela. Wacik terbatuk-batuk kecil hingga menular ke Presiden SBY. Ini gara-gara air. Saat itu, Jero Wacik berpidato dalam pembukaan Rakornas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadiri Presiden SBY dan 300 peserta Rakornas. Saat itu, Jero Wacik menceritakan kemajuan pariwisata Indonesia. Saking antusiasnya, beberapa kali bapak menteri terbatuk-batuk kecil.Uhuk.. Uhuk. Jero Wacik juga terlihat mengangkat tangan kanannya ke depan mulutnya.Batuk kecil tersebut rupanya mengganggu pembacaan pidato Wacik. Pidato sempat terhenti selama 1 menit. Peserta yang hadir pun bertanya-tanya mengapa bapak menteri menghentikan pidatonya cukup lama."Ada apa sih, ada apa? Kok Pak Menteri diam aja," tanya beberapa wartawan yang meliput acara tersebut.Menjawab rasa penasaran peserta yang hadir, pak menteri yang masih di podium pun akhirnya buka suara. "Maaf Bapak Presiden dan Bapak-bapak Menteri, tenggorokan saya kering," kata Wacik.Mendengar itu, staf istana langsung berlari mengambil minum. Tapi, rupanya, di sekitar podium memang tidak tersedia minum seperti biasanya.Menunggu beberapa saat, minuman belum juga tiba. Sampai-sampai SBY yang juga duduk di kuri bagian depan menghadap podium memberikan isyarat tangan kepada ajudannya untuk segera mengambilkan minum untuk Wacik. Kepada ajudan lainnya, Pak Presiden juga membisikkan sesuatu. Entah apa isi bisikan Pak Presiden.Selang beberapa saat, akhirnya segelas air minuman untuk Wacik tiba. Srutup. Kerongkongan pak menteri itu pun sudah terbasuhkan air. Pak menteri yang mengenakan kaca mata minus itu pun melanjutkan pidatonya.Setelah itu, giliran Presiden SBY berpidato. Entah kenapa batuk kecil Pak Menteri Wacik tiba-tiba menular pada Pak Presiden. Ehem.. Ehem. Pak Presiden pun langsung melongok ke bawah podium. Syukurlah air minum sudah tersedia. "Ya, airnya sudah ada," kata SBY sambil tersenyum disambut tawa peserta rakornas yang hadir.
(ana/asy)











































