RI, Qatar dan Afsel akan Upayakan Cari Jalan Tengah Kasus Iran
Selasa, 27 Mar 2007 12:11 WIB
Jakarta -
Indonesia bersama Qatar dan Afrika Selatan (Afsel) selaku anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB akan terus mengoptimalkan pencarian jalan tengah bagi Iran. Masih ada waktu dua bulan untuk mencari solusi yang lebih baik. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), masih ada waktu dua bulan bagi Iran dan semua pihak yang terkait untuk membicarakan lagi solusi jalan tengahnya. Karena itu, Indonesia, Qatar, dan Afsel akan terus berusaha keras mengoptimalkan tenggang waktu yang ada, sebelum akhirnya sanksi terpaksa dijatuhkan."Masih ada waktu untuk mengelola perdamaian lebih baik lagi. Jadi, tidak langsung sanksi serta ada bonus bagi Iran kalau semua diatur secara betul dan syarat-syarat dipenuhi," ujar Wapres JK di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur, Selasa (27/3/2007) sebelum terbang ke Arab menghadiri KTT Arab membahas kasus Iran. JK menjelaskan bahwa draf resolusi DK PBB terhadap Iran tidak semata-mata persoalan menjatuhkan sanksi yang keras. Tetapi, lanjut dia, draf tersebut justru lebih menitikberatkan pada jadwal pelaksanaan tahapan-tahapan lebih lanjut untuk menyelesaikan krisis nuklir Iran secara damai. Sementara itu, ikutnya Indonesia dalam menyetujui draf resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB terhadap Iran memunculkan wacana interpelasi oleh DPR terhadap pemerintahan SBY-JK. Tapi, rupanya pemerintah tenang-tenang saja. Wapres JK enteng saja menanggapi kecaman anggota DPR itu. "Mungkin mereka baru baca judulnya saja, belum isinya. Kalau sudah baca isinya lengkap, tentu teman-teman DPR punya pendapat lain," kata JK.
(asy/nrl)










































