Diancam Pemblokiran, Ladang Minyak Chevron Dijaga Polisi
Selasa, 27 Mar 2007 08:40 WIB
Pekanbaru -
Terkait ancaman pemblokiran oleh warga Duri, ladang minyak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dijaga ketat oleh Polres Bengkalis. Aksi warga ini untuk meminta CPI mendukung proses pemekaran Kecamatan Mandau keluar dari Kabupaten Bengkalis, Riau.Kapolres Bengkalis AKBP Edi Setiabudi menjamin aksi masyarakat Mandau tersebut tidak akan mengganggu karyawan CPI bekerja seperti biasa. Masyarakat sudah diberitahu untuk tidak bertindak anarkis."Kalau masyarakat masih berani menghalangi karyawan CPI yang akan masuk kerja, pasti saya sikat habis. Saya tidak takut, berapapun massanya akan saya hadapi," cetus Edi saat dihubungi detikcom, Selasa (27/3/2007) pukul 08.00 WIB.Edi sudah menyampaikan pada masyarakat Duri untuk tidak memblokir seluruh akses jalan menuju ladang minyak CPI. Sebab ladang minyak CPI merupakan aset nasional, yang harus mendapat jaminan keamanan.Sampai pukul 08.30 WIB ini, situasi masih kondusif. Walau terlihat ratusan warga duduk di sejumlah gerbang akses menuju CPI, namun tak terjadi gangguan keamanan.Sebelumnya diberitakan, situasi Duri memanas setelah RUU Pemekaran Kabupaten Mandau ditolak oleh pemerintah pusat. Warga kecamatan yang terletak 100 km di utara ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru ini, langsung bergerak menyatakan kekecewaannya.Sejak Selasa dini hari, ratusan warga sudah berkumpul di Tugu Rp 2 Miliar, Duri. Mereka sengaja berkumpul menunggu pagi datang, untuk selanjutnya mengancam menggelar aksi pemblokiran CPI yang dianggap tidak mendukung ide pemekaran wilayah.
(aba/aba)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































