Abdallahi Terpilih Jadi Presiden Republik Islam Mauritania
Selasa, 27 Mar 2007 05:57 WIB
Nouakchott - Sidi Ould Cheikh Abdallahi memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) demokratis pertama yang digelar di Republik Islam Mauritania. Abdallahi memenangkan dengan perolehan suara 52,85 persen."Dengan ini, saya menyatakan bahwa presiden selanjutnya dari Republik Islam Mauritania adalah Sidi Ould Cheikh Abdallahi," kata Menteri Dalam Negeri Mauritania Mohamed Ahmed Ould Mohamed Lemine saat mengumumkan hasil pilpres seperti dilansir AFP, Selasa (26/3/2007).Sejak merdeka dari Perancis pada tahun 1960, inilah kali pertama presiden dipilih melalui pemungutan suara langsung. Pilpres ini adalah bagian dari reformasi politik yang dilakukan Mauritania.Sebelumnya pada bulan Juni 2006 dilakukan referendum konstitusional. Pemilu lokal dan parlemen telah berlangsung November 2006. Sedangkan pemilihan anggota senat berlangsung pada Januari 2007 lalu.Menurut Lemine, pemilu berlangsung lancar tanpa insiden. Total pemilih adalah 67,48 persen dari total penduduk. Jumlah ini menurun dari 70 persen jumlah pemilih pada putaran pertama 11 Maret 2007 lalu.Secara umum, pemilihan ini berlangsung dengan baik. Pimpinan pengawas misi Uni Eropa, Marie-Anne Isler Beguin mengatakan "tidak ada yang menghentikan proses ini". "Disana tidak ada insiden, juga tidak ada penduduk ilegal di tempat pemungutan suara," ujar Beguin.Abdallahi (69) adalah mantan menteri pemerintahan negeri di barat laut Benua Afrika itu. Abdallahi didukung oleh koalisi dari 18 kelompok politik yang loyal pada mantan penguasa Ould Taya.Sikap tenangnya membuat lawan politiknya menuduh Abdallahi lemah. Sementara pendukungnya justru memuji kelembutan tabiatnya, sebagai sifat yang mereka sebut penting untuk pemimpin sebuah negara multietnis.
(fiq/aba)











































