Jelang Pilkada DKI, Pemilih Pemula Masih Bingung
Senin, 26 Mar 2007 20:08 WIB
Jakarta - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tinggal menghitung bulan. Beberapa nama kandidat juga telah bermunculan yang diusung oleh berbagai partai politik. Namun gegap gempita pilkada DKI Jakarta belum seutuhnya terdengar hingga akar rumput, seperti para pemilih pemula."Nggak tahu. Cuma dengar lewat televisi. Terus ada spanduk dan poster kayak mau pemilu. Tapi belum tahu (yang mau dipilih) siapa," papar Fiska, siswi kelas II SMA 13, di sekolahnya, Jalan Seroja 1, Jakarta Utara, Senin (26/3/2007).Fiska mengaku belum tahu menahu secara mendalam mengenai pilkada DKI Jakarta. Ia hanya berharap, gubernur baru dapat menyelesaikan persoalan kota yang kian hari terus menumpuk seperti banjir dan macet."Nyarinya gubernur yang bijak, yang adil. Bisa mengtasi banjir. Soalnya kemarin rumah saya kena banjir," ujar Fiska polos.Serupa dengan Fiska, nada bingung dikemukakan oleh Dewi Ratna, siswi pada sekolah yang sama. Ia mengaku hanya mendengar sekilas mengenai pilkada DKI dari guru mata pelajaran PPKN."Nggak tahu tuh. Habis belum ada sosialisasi sih. Cuma sempet denger pas ikut pelajaran PPKN," seloroh Dewi.Berbeda dengan Fiska dan Dewi yang masih mencari calon gubernur yang layak dipilih, Riko dan Afian merasa yakin sudah mendapatkan calon yang tepat. Keduanya telah mempunyai pilihan karena sering melihat posternya."Habis posternya ada dimana-mana. Yang ngiklanin anti narkoba, kayaknya cocok," kata Riko diikuti oleh Afian, siswa kelas III SMU 13 itu.Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, jumlah pemilih pemula Pilkada DKI Jakarta memang tidak banyak yakni sekitar 10 persen dari total suara pemilih se-DKI 7,8 juta. Dan pemilih pemula itu yang masih menghiasi bangku sekolah menengah atas seperti Fiska, Dewi, Riko dan Afian.
(mar/mar)











































