Diperiksa 7 Jam, Dirut PT Tugu Kelabui Wartawan
Senin, 26 Mar 2007 18:16 WIB
Jakarta - Dirut PT Tugu Dana Utama Laksmi Setyanti Karmahadi diperiksa selama tujuh jam di Gedung Bundar Kejagung. Dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi aliran dana ilegal di Bulog dalam pengadaan impor beras Vietnam 2001-2003.Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, Laksmi bertubuh kecil. Saat diperiksa dia mengenakan jilbab putih hitam. Namun perempuan yang mengenakan blouse putih dan mengenakan jilbab hitam putih yang keluar dari Gedung Bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Senin (26/3/2007) mengaku bukan Laksmi."Bu Laksmi," panggil puluhan wartawan kepada perempuan itu."Siapa Bu Laksmi," ujar perempuan itu sambil berjalan menuju Mercy putih bernopol B 147 WW.Saat mau menaiki mobil tersebut, pengacara Djonggi M Simorangkir membukakan pintu mobil buat perempuan itu. Djonggi adalah kuasa hukum Laksmi."Ada apaan sih ini Pak," kata perempuan yang diduga Laksmi itu pada Djonggi.Kepada wartawan, Djonggi tidak mengatakan kepada wartawan apakah perempuan itu Laksmi atau bukan.Sedangkan kuasa hukum lainnya yang mendampingi Laksmi, Ida Rumindang, mengatakan dalam pemeriksaan kliennya mengaku tidak mengetahui sama sekali aliran dana dari rekening atas namanya di HSBC Hongkong ke perusahaan PT Ardent Brigda Investment (ABI). ABI adalah perusahaan milik adik mantan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo."Tadi itu baru 25 pertanyaan yang diajukan ke klien saya," imbuh Ida.Dijelaskan Ida, pada tahun 1990 Laksmi membuka rekening di Hongkong bersama dengan suaminya Cheong Karm Cheun. Rekening itu atas nama mereka berdua."Klien saya tidak pernah memegang buku tabungannya. PT Tugu Dana Utama memang rekanan Bulog untuk melakukan pengadaan beras di Vietnam," imbuh dia.Namun mengenai ke mana saja dan untuk apa aliran dana itu, Laksmi tidak tahu. Hal itu dikarenakan perusahaan yang didirikan tahun 1994 ini tidak ada kegiatan dan tidak sempat mempunyai pegawai, karena salah satu direksinya meninggal dunia.Dalam pemeriksaan, jaksa menanyakan antara lain aliran dana dari Vietnam ke PT Tugu, pentransferan uang dari HSBC Hongkong atas nama Cheong ke PT ABI, serta aliran dana ke rekening PT ABI di HSBC Singapura.
(nvt/nrl)











































