14 Sipil Luka, TNI Harus Stop Sweeping di Aceh
Senin, 26 Mar 2007 16:58 WIB
Jakarta - Seorang anggota TNI di Nanggroe Aceh Darussalam menjadi korban pemukulan. Dengan alasan itu, sejak 24 Maret 2007 pukul 10.00 WIB, anggota TNI Kodim Aceh Utara dan anggota Yonif 113 NAD melakukan operasi pencarian pelaku pemukulan.Akibatnya, 14 warga sipil mengalami luka-luka karena menjadi korban kekerasan aparat TNI itu. Kontras pun meminta Gubernur NAD, Pangdam Iskandar Muda, dan Kapolda NAD segera menghentikan aksi itu."Telah terjadi tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil. 14 Orang telah menjadi korban. Ini harus dihentikan," kata Sekretaris Federasi Kontras Mouvty MA dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2007).Mouvty mengatakan, jika dibiarkan, kekerasan itu dapat memicu konflik baru sekaligus membuka konflik lama.Hingga kini, operasi itu masih belum berhenti. Polisi masih belum melakukan tindakan secara langsung karena menunggu investigasi dari POM.
(ken/nrl)











































