Jepang Akui Jugun Ianfu>
Senin, 26 Mar 2007 16:37 WIB
Tokyo - PM Jepang Shinzo Abe menarik kembali pernyataannya soal Jugun ianfu. "Saya minta maaf sebagai perdana menteri," kata Abe.Abe menyampaikan permintaan maafnya itu di hadapan komisi parlementer Jepang hari ini, seperti dilansir jurnal televisi publik Belanda, NOS, Senin (26/3/2007).Ditambahkan, bahwa dia sepenuhnya berada di belakang apa yang dikenal sebagai Pernyataan Kono (1993). Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Jepang menyampaikan permintaan maaf dan mengungkapkan rasa penyesalan kepada para korban perbudakan seks, yang dilakukan militernya selama Perang Dunia II. Para wanita yang menjadi budak seks itu disebut secara eufimistik sebagai jugun ianfu (gadis penghibur).Sebelumnya Abe menyangkal soal jugun ianfu dan mengatakan bahwa tidak ada bukti-bukti tentang itu. Sikap Abe itu langsung ditanggapi Menlu Belanda Maxime Verhagen dengan memanggil Dubes Jepang di Den Haag Kyoji Komachi untuk dimintai klarifikasi.Bagi pemerintah dan rakyat Belanda isu jugun ianfu sangat sensitif, sebab banyak wanita Belanda yang juga ikut menjadi korban.
(es/es)











































