Pemerintah dan TNI Minta KKP Tidak Berat Sebelah
Senin, 26 Mar 2007 15:56 WIB
Jakarta - Pemerintah dan TNI setuju kebenaran peristiwa September 1999 diungkap melalui Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) RI-Timor Leste. Namun Indonesia meminta, pengungkapan tidak berat sebelah."Kita ingin menyampaikan pandangan lain tentang peristiwa September 1999. Karena selama ini pengungkapan di media, terutama di luar negeri sangat berat sebelah," ujar Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.Hal itu disampaikan Juwono usai menghadiri Kongres Legiun Veteran 2007 di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (26/3/2007).Ungkapan senada juga disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Djoko mengatakan, KKP yang tengah digelar di Hotel Crowne, Jakarta, pada 26-30 Maret 2007 bertujuan bagus."TNI sangat berkepentingan untuk memberikan fakta-fakta dan data yang sesuai dengan apa yang dialami oleh prajurit. Jangan sampai justru berat sebelah jadi harus dari dua pihak," katanya.Djoko mengatakan, baik Indonesia maupun Timor Leste harus sama-sama saling melupakan apa yang terjadi di masa lalu. "Semuanya harus saling mengaku, saling menyesal dan saling melupakan. Kalau ketiga saling itu bisa diterima, saya kira KKP yang dibentuk SBY-Xanana untuk ke depannya sangat bagus," ujarnya.
(ken/nrl)











































