Howard Kritik Ulama Australia
Senin, 26 Mar 2007 12:44 WIB
Canberra - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard melontarkan kritikan terhadap para ulama yang tergabung dalam Dewan Imam Nasional Australia. Gara-garanya, dewan yang beranggotakan 60 ulama itu tetap mempertahankan Sheikh Taj Aldin al-Hilali sebagai pemimpin badan muslim tersebut.Dicetuskan Howard, keputusan para ulama Australia untuk mempertahankan Hilali sampai tiga bulan mendatang bisa membahayakan imej muslim nasional.Gara-gara komentarnya mengenai wanita, Hilali telah menuai protes keras dari publik Australia akhir tahun lalu. Saat itu figur muslim tersebut menyebut wanita yang berpakaian minim tak ubahnya seperti "daging terbuka" yang mengundang pemerkosaan.Buntut pernyataannya itu, ditambah lagi dengan sejumlah komentar kontroversialnya, Hilali yang kelahiran Mesir itu mendapat banyak seruan untuk pergi dari Australia. Howard sangat menyesalkan keputusan para ulama Australia untuk mempertahankan kedudukan Hilali. Demikian dicetuskan Howard kepada Sky News seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/3/2007)."Saya bisa katakan bahwa kegagalan komunitas untuk melakukan sesuatu yang lebih tegas mengenai hal ini akan merusak imej warga Islam Australia sebagai bagian dari komunitas kita," tegas Howard.Usai konferensi Dewan Imam Nasional Australia, Mohamad Abdalla selaku juru bicara dewan menyatakan, Hilali baru akan diganti tiga bulan lagi. Saat itu komite akan memilih pemimpin dewan yang baru. Dituturkan Abdalla, kepala ulama yang baru nantinya harus memiliki pemahaman isu politik dan kebudayaan yang lebih baik dan bisa memperbaiki hubungan antara muslim dan warga Australia lainnya."Itulah poin yang dibuat sejelas-jelasnya dalam konferensi, bahwa siapa pun kepala ulama nantinya harus berhati-hati benar dalam mengeluarkan statemen," tandas Abdalla.
(ita/nrl)











































