Warga Tak Percaya Choirul Tersangka Teroris
Senin, 26 Mar 2007 12:32 WIB
Surabaya - Penampilannya sangat sederhana dan pendiam. Selain baik hati, dia juga taat beragama. Akibatnya warga pun tak percaya jika Ahmad Sachrul Umam alias Choirul (24) jadi tersangka teroris.Itulah penuturan sejumlah tetangga Choirul dan juga Ketua RW 14 Simo Gunung, Surabaya, terhadap Choirul yang ditangkap di rumahnya oleh Densus 88, Senin (26/3/2007) pagi."Choirul memang warga saya. Dan saya juga tidak percaya kalau dia masuk dalam jaringan teroris," ujar Ketua RW 14 Simo Gunung, Ny Siti Muzamzamah, di lokasi kejadian.Siti yang tinggal yang berbelahan dengan rumah Choirul menuturkan, pada pukul 07.00 WIB pagi dia dihubungi petugas polisi yang datang ke rumahnya untuk meminta izin menggeledah rumah Choirul. "Saya kaget karena polisi mengatakan ingin menggeledah rumah Choirul," katanya.Siti juga mengaku tidak tahu persis kegiatan Choirul. Namun yang dia tahu Choirul bekerja sebagai penjual helm namun di mana tempatnya berjualan dia tidak tahu. Tetangga Choirul, Safii menuturkan, sehari-sehari Choirul dikenal sebagai orang yang pendiam. Dia juga jarang ke luar rumah. "Anaknya baik, kalau keluar rumah kalau hari Minggu saja, saat dia libur kerja," ujarnya. Safii membenarkan, Choirul adalah penjualan helm di kawasan Jalan Tidar Surabaya. "Dengar-denger dia ikut orang untuk jualan itu," tambahnya. Sepengetahuannya juga, Choirul tidak pernah menerima tamu di rumahnya. "Justru paling banyak tamunya adalah teman adiknya," ujarnya.Penampilannya pun biasa saja dan tak berjanggut. Namun kebiasaan khas Choirul dia biasa memakai celana yang yang bagian bawahnya selalu di atas mata kaki alias cingkrang. Choirul aktif dalam kegiatan remaja masjid Alkautsar yang letaknya beberapa ratus meter dari rumahnya.Safii juga menceritakan, saat Choirul ditangkap, ibunya shock dan tak percaya kalau anaknya menjadi tersangka teroris. "Saya juga tidak percaya dengan tuduhan itu. Apalagi menyimpan bahan peledak," tutur Syaffi.Rumah Khoirul sangat sederhana dan sempit. Rumah itu berdinding batu-bata tanpa diplester dan terlihat kumuh. Saat ini pagar rumahnya tampak terkunci. Garis polisi sudah dipasang di sekitar rumah Choirul. Tampak juga 4 buah kandang burung di depan rumahnya namun hanya 2 yang terisi burung merpati. Terlihat juga sejumlah barang dagangan seperti tahu dan songkong gorengan masih tergeletak di meja jualan.
(mar/nrl)











































